Jakarta, 10 September – Menko Kesra HR. Agung Laksono mewakil Presiden RI secara resmi membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), Selasa (9/9/2014) di Ruang Utama Kemenko Kesra, Jakarta. Dalam pembukaan tersebut turut hadir Menteri Agama Lukman Hakim S, Duta Besar Palestina untuk Indonesia, para pengurus, Pengawas, Komisaris Baznas.
Dalam pembukaan tersebut, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), HR. Agung Laksono, meminta supaya kementerian agama (Kemenag) lebih pro aktif lagi dalam menyusun langkah pengotimalan zakat. Pasalnya, zakat ini sebagai salah satu sarana pengentasan kemiskinan.
"Zakat harus terus digenjot," ujarnya. Menko Kesra menyebutkan, berdasarkan data BPS terbaru, angka kemiskinan di awal pemerintahan SBY-Boediono atau sekitar lima tahun lalu, mencapai 17,9 persen.
Pada Maret kemarin, angkanya menurun jadi 11,75 persen. Angka tersebut, sedikit di atas target yakni 10 persen. Karenanya, zakat ini harus dioptimalkan.
Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Baznas kepada 20 Baznas Kabupaten/Kota oleh Menko Kesra didampingi Ketua Baznas Didin Hafidhuddin. Dalam kesempatan tersebut juga diserahkan bantuan Baznas kepada Duta Besar Palestina untuk Indonesia sebesar Rp 2 milyar.
Zakat adalah salah satu kekuatan ekonomi yang dapat membiaya program-program pembangunan untuk mengatasi. Hal itu dikatakan Dr. Ir. Irfan Syauqi Beik, staf ahli Baznas bidang riset dan kerjasama luar negeri, menyambut Rapat Kerja Nasional ( Rakernas) Badan Amil Zakat Nasional ( Baznas), yang berlangsung dua hari tanggal 9 – 10 September 2014. Rakernas Baznas adalah agenda rutin 5 tahunan untuk menyusun program program dan kali ini bertemakan “Meningkatkan Peran Zakat dalam Pembangunan Nasional 2014-2019 menuju Bangsa yang Bersih dan Sejahtera”
Dalam Rakernas membahas beberapa permaslaahan diantaranya penguatan BAZNAS sebagai amil, menyangkut SDM yang memiliki integritas pribadi yang kuat, amanah dan profesional. Selain itu juga harus memiliki pengetahuan tentang zakat dan manajemennya yang memadai dan memiliki waktu yang cukup. Sistem IT lembaga juga harus canggih, memiliki database muzakki dan mustahik yang akurat. Serta koordinasi yang baik antara BAZNAS kabupaten/kota dengan provinsi dan dengan BAZNAS di tingkat Pusat.
2014, Target Zakat Capai Rp 3,5 Triliun
Badan amil zakat nasional (Baznas), mengklaim kesadaran masyarakat akan membayarkan zakat mengalami kenaikan sejak sepuluh tahun terakhir. Kenaikan antara 10-15 persen per tahun ini bagi Baznas sangat positif.
Mengingat, zakat yang dikelola BAZ bisa langsung didistribusikan ke mustahik (penerima). Ketua Baznas Didin Hafidhuddin, mengatakan dana zakat yang terkumpul pada 2012 lalu, mencapai Rp 2,3 triliun.
Kemudian, pada 2013 bertambah jadi Rp 2,7 triliun. Tahun ini, ditargetkan meningkat antara Rp 3,3-3,3 triliun. "Untuk pemberian ke mustahiknya, paling lama sembilan bulan sejak waktu terkumpul. Kalau sudah sembilan bulan, nilai kami sangat jelek," ujar Ketua Umum Baznas.(Rol/Dr/Gs).