Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 14, 2014

Jakarta, 14 September - Prakiraan curah hujan di bulan Oktober 2014 menunjukkan bahwa sebagian wilayah di Indonesia rata-rata curah hujan menengah (101-300 mm). Tingkat prakiraan curah hujan bulan Oktober pada umumnya normal dan diatas normal.

Berdasarkan data BMKG ini, Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) terus melakukan koordinasi bersama instansi terkait dalam upaya mengantisipasi dampak kekeringan di sejumlah daerah.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), HR. Agung Laksono menegaskan iklim saat ini relatif normal dan tidak menunjukkan adanya gejala el nino dan kemungkinan pada bulan Oktober 2014 tidak ada lagi kekeringan, karena hujan mulai turun. "Ini sesuai dengan data dari BMKG," kata Menko Kesra dalam keterangan tertulisnya, Jumat (12/9/2014).

Menko Kesra mengatakan, sejauh ini pemerintah sudah memetakan sumber air untuk wilayah yang kekeringan dan bersinergi dengan Kementerian Pertanian untuk membuat rencana aksi. Jumlah lahan yang mengalami kekeringan sebesar 129 ribu hektar dan yang gagal panen 9 ribu hektar atau puso.

"Kendati demikian, kondisi kekeringan tersebut tidak terlalu mengkhawatiran dibandingkan luas lahan pertanian sebesar 4 juta hektar," katanya.

Sementara itu, untuk menghadapi musim kering 2014, yang merupakan rutinitas setiap tahun, diperkirakan ada 7 provinsi di Indonesia yang mengalami kekeringan dan kesulitan air bersih, yakni Jawa Timur, Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, serta Sulawesi Utara dan melanda 78 desa di 148 kecamatan, tersebar di 23 Kabupaten.

"Untuk hal ini pemerintah akan melakukan pembangunan sistem irigasi, waduk, dan sumber daya air di wilayah-wilayah kekeringan," katanya.

Mantan Ketua DPR ini meminta agar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama dengan dinas terkait terus menyalurkan bantuan air bersih, terutama di willayah kekeringan.(Ht/Gs).