Jakarta, 8 Agustus - Menko Kesra HR. Agung Laksono didampingi Wakil Kepala Staf angkatan Laut (Wakasal) Laksamana Madya TNI Didit Herdiawan melepas 3 Satuan Tugas (satgas) untuk mendukung kegiatan Sail Raja Ampat 2014. Kegiatan itu bertujuan agar terciptanya destinasi wisata dunia di Raja Ampat.
Tiga Satgas yang terdiri dari 230 WNI dengan berbagai latar belakang ini berangkat menggunakan dua Kapal Republik Indonesia (KRI). Kelompok pertama yakni Surya Bhaskara Jaya (SBJ) ke-63 menggunakan KRI dr. Soeharso-990. Satgas Pemuda Bahari (KPN/LNRPB), dan satgas Pelayaran Lingkar Nusantara (Pelantara) ke-4 menggunakan kapal perang KRI Surabaya-591.
Rute pelayaran yang dilewati adalah Jakarta - Kendari - Raja Ampat - Sorong - Ambon - Makassar - Jakarta. Kegiatan ini akan berlangsung hingga 23 Agustus 2014.
Upacara pelepasan tiga satgas tersebut dilakukan dengan cara militer di Mako Kolinlamil, Jakarta Utara, Jumat (8/8/2014). Dalam sambutannya, Agung Laksono berharap keberangkatan ketiga satgas ini bisa membawa dampak positif bagi pariwisata di Raja Ampat.
"Kita semua tentu berharap, kegiatan ini membuat dampak positif yang berkelanjutan. Yang bertujuan salah satunya destinasi wisata dunia dan membangun kesejahteraan masyarakat setempat," kata Menko Kesra dalam konferensi persnya di halaman Mako Kolinlamil Tanjung Priok..
Menko Kesra menjelaskan, kegiatan operasi SBJ ke-63 menitik beratkan pada pelayanan kesehatan, serta perbaikan sarana dan prasarana. Kegiatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan fasilitas kesehatan yang berada di kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 yang memiliki fasilitas bedah ICU dan 7 kamar operasi.
Fasilitas tersebut dapat melayani pengobatan infeksi saluran pernafasan akut (ISPA), diare, penyakit kulit, hernia, malaria, operasi katarak, operasi bibir sumbing dan pelayanan KB.Next
"Pada tahun ini operasi SBJ akan memberikan pelayanan kesehatan yang semuanya berada di wilayah Raja Ampat. Operasi SBJ sangat bermanfaat bagu masyarakat di wilayah terpencil," jelasnya.
Adapun kegiatan yang berjalan sejak 2009 ini dijadikan pemerintah sebagai agenda tahunan. "Kegiatan ini bukan sekedar perlombaan tetapi mendorong percepatan suatu daerah di kepulauan, pesisir, serta daerah-daerah terpencil lainnya untuk melakukan lompatan pembangunan," terangnya.
Menko Kesra menuturkan, Sail Raja Ampat tahun 2014 diikuti oleh 230 orang ini terdiri dari pelajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan, pramuka, karang taruna tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota. Adapun Penyelenggaraan Sail Raja Ampat 2014 telah ditetapkan oleh keputusan presiden nomor 10 tahun 2014 tentang panitia nasional Seal Raja Ampat 2014.
"(Keputusan Presiden) terdiri dari lintas sektor diantaranya pembangunan infrastruktur, promosi pariwisata, festifal seni dan budaya, pembangunan rumah pintar, perbaikan rumah tidak layak huni, dan berbagai kegiatan sosial lainya," tegas Menko Kesra.
Lanjutnya, Satgas Pelantara ke-4 di lepas ke Sail Raja Ampat guna membentuk karakter generasi muda Saka Bahari, juga memperkenalkan lingkar luar wilayah perbatasan Indonesia. "Selama dalam pelayaran para peserta akan diberikan pembekalan dan diperkenalkan tentang wawasan kebangsaan, kesadara bela negara, kemaritiman, angkatan lautan, kehidupan prajurit angkatan laut di KRI dan dinas selama di KRI, serta kepemimpinan," tutupnya.(Gs).