Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 20, 2014

Jakarta, 20 Oktober – Menko Kesra HR. Agung laksono mengakhiri jabatannya dan menyelesaikan tugas-tugasnya melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah, Minggu (19/10/2014) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Dalam kunjungan kerjanya tersebut seperti dilansir laman Beritasatu.com., Menko Kesra berkesempatan meresmikan rumah sakit umum daerah Wakai di Tujo Una Una Pulau Togean, meluncurkan program Gerakan Pembangunan (Gerbang) Kampung sekaligus memantau persiapan pelaksanaan Sail Teluk Tomini 2015 serta festival Boalemo 2015 di Kabupaten Parigi Moutong.

Dalam kesempatan itu, menko Kesra memberikan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan 2014 sebesar Rp40,2 miliar. Bantuan ini diserahkan secara simbolis kepada Bupati Parigi Moutong Samsurizal Tombolotutu dan disaksikan Gubernur Sulteng Longki Djanggola. Menko Kesra juga menyerahkan bantuan dari beberapa kementerian/lembaga, seperti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebesar Rp3 miliar lebih untuk PAUD, 224 buah Alquran (Kementerian Keuangan), Beras bagi penduduk miskin (Raskin) untuk bulan Oktober 2014 kepada 36.537 rumah tangga sasaran (Bulog), 1 unit komputer (BRI), solar cell atau listrik tenaga surya sebanyak 100 unit (Kemko Kesra).

Dalam sambutannya, Menko Kesra mengatakan semua program percepatan pembangunan dan penanggulangan kemiskinan yang disebut dengan Gerbang Kampung, seperti sail, festival, PNPM Mandiri dan BLM bertujuan untuk percepatan pembangunan di desa.

Gerbang Kampung merupakan gerakan pembangunan kampung yang terpadu karena dibangun bersama oleh lintas kementerian/lembaga pada waktu dan desa yang sama. Hasil dan dampaknya pun jauh lebih luas. Sebab percepatan pembangunan di daerah pesisir dan kepulauan dan menghilangkan ego sektoral.

“Gerbang kampung ini bagus, dan saya berharap program yang baik untuk pembangunan masyarakat di pelosok ini terus dilanjutkan oleh pemerintahan Jokowi dan Jusuf Kalla,” kata Agung.

Gerbang Kampung merupakan imbas dari diberlalukannya UU 6/2014 tentang Desa, di mana desa bukan lagi sebagai obyek pembangunan, tetapi menjadi subyek pembangunan. Untuk itu, desa harus benar-benar mempersiapkan diri dengan baik.

Di sisa masa jabatannya ini, Menko Kesra HR. Agung Laksono tetap berharap kepada para deputi Kemko Kesra, Bupati dan Walikota untuk tidak bosan-bosan memantau pelaksanaan program pembangunan desa tersebut. Menko Kesra berharap, program seperti ini jangan hanya seremonial semata, melainkan harus dipastikan masyarakat menikmatinya secara langsung.

Untuk saat ini program Gerbag Kampung baru berupa pilot project di beberapa provinsi, termasuk Sulteng. Apabila dalam perjalanannya program ini memberikan hasil bagus dari sisi efektivitas maka diharapkan pemerintah Jokowi-JK bisa menggalakannya secara masif di seluruh Indonesia.

Menko Kesra juga meminta pemda Tarigi Moutong membangun sekolah kejuruan sesuai potensi wisata yang dimiliki wilayah ini, seperti sekolah maritim, perikanan dan kelautan. Ini penting untuk menyiapkan sumber daya manusia, sehingga anak daerah diharapkan tidak hanya menjadi penonton melainkan pelaku pembangunan pasca Sail Teluk Tomini.

Longki Djanggola berharap program Gerbang Kampung dapat membawa perubahan terutama untuk mengangkat derajat kesejahteraan warganya. Dikatakan Longki, terdiri dari pulau-pulau terpencil, pembangunan infrastruktur dan fasilitas layanan publik, seperti fasilitas kesehatan dan sekolah di Sulteng membutuhkan perhatian serius pemerintah pusat maupun daerah.(Bs/Gs).