Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 05, 2014

Jakarta, 6 Juli  - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR.Agung Laksono meminta masyarakat untuk mengikuti petunjuk yang diberikan pemerintah terkait radius aman Gunung Sinabung.

"Pemerintah mengimbau masyarakat, pengunjung dan wisatawan untuk tidak mendaki dan melakukan aktivitas di dalam radius tiga kilometer," kata Menko Kesra, Jumat (4/7/2014 di Kemenko Kesra, Jl Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta.

Menko Kesra menambahkan, pemerintah juga mengimbau untuk tidak ada aktivitas apapun dalam radius lima kilometer untuk arah Selatan dan Tenggara Gunung Sinabung yang merupakan bukaan lembah gunung tempat terjadi aliran lava dan awan panas.

Pemerintah, kata Menko Kesra, juga menginstruksikan, masyarakat yang berada di dalam radius tiga kilometer yaitu yang bermukim di Kecamatan Payung (Desa Sukameriah) dan Kecamatan Naman Teran (Desa Bekerah, Desa Simacem), agar tetap diungsikan.

"Masyarakat yang tinggal di luar radius tiga kilometer dari kawah Gunung Sinabung yang berpotensi terancam oleh guguran lava dan luncuran awan panas juga direkomendasikan untuk diungsikan," katanya, sebagamana dilansir laman Antara News.Com.

Sementara itu, Gunung Sinabung di Sumatera Utara kembali meletus pada Minggu malam (29/6/2014) dengan kolom letusan 4.000 meter dan luncuran awan panas 4.500 meter ke arah Tenggara.

Dia juga mengatakan arah angin ke Timur. Amplitudo maksimum 105 milimeter dan durasi 67 menit.

Rp 9 M Untuk Perbaiki Fasilitas Kesehatan di Sinabung dan Manado

Sementara itu, Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyatakan pihaknya sudah menyiapkan uang ganti rugi fasilitas kesehatan yang rusak akibat letusan Gunung Sinabung serta banjir di Manado. Berapa anggarannya?

Dalam rakor dengan Menko Kesra di hari yang sama Jumat (4/7/2014), telah diverifikasi kerugian fasilitas kesehatan di Sinabung sebesar Rp 3 Miliar (M), sedangkan kerugian akibat banjir di Manado sebesar Rp 6,5 M., sebagaimana dilansir laman DetikNews.com.

Ali mengatakan yang menjadi masalah saat ini adalah proses administrasi. "Intinya adalah perbaikan di dalam koordinasi. Uangnya sudah ada," ujar Ali saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (4/7). Soal administrasi untuk pemukiman baru juga masih diproses.

Guru besar Fakultas Kedokteran UGM Yogyakarta ini mengatakan kerugian yang ditanggung mencakup kerusakan yang terjadi di beberapa puskesmas, poskesdes, serta rumah dinas. "Khusus Sinabung, masih perlu pembicaraan mengenai verifikasi. Kemenkes sudah menyurati dinas kesehatan provinsi untuk melakukan pendampingan teknis ke Kabupaten Karo dan untuk menyelesaikan verifikasi ini," ujar Ali.

Pria berusia 52 tahun ini juga mengatakan pihaknya sudah menerima klarifikasi dari Bupati Karo bahwa belum ada masalah yang signifikan sampai saat ini. Oleh karena itu, obat-obatan pun tidak terlalu diperlukan. "Ada tiga desa yang harus mengungsi. Jadi sisanya harus kembali ke tempatnya. Oleh karena itulah obat-obatan tidak terlalu perlu,"ucapnya mengakhiri pembicaraan.(Ant/Dn/Gs).