Jakarta 5 Oktober - Dalam Rakornas Komnas Pengendalian Zoonosis 1 Oktober 2014, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra ), Agung Laksono juga mengingatkan Pemerintah Daerah (Pemda) agar meningkatkan pengawasan terhadap penjualan hewan kurban.
"Hewan kurban harus melalui proses standar, artinya tidak boleh diperjualbelikan bila tidak memenuhi syarat kesehatan, misalnya tertular antraks. Karena itu, Pemda harus hati-hati dan perlu meningkatkan pengawasan. Sebab ini bisa menimbulkan ancaman tersendiri," ujar Agung Laksono.
Emil Agustiono: Waspada Antraks, Daging Kurban Harus Dimasak dengan Suhu Tinggi
Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah memang telah memiliki regulasi yang ketat guna memastikan hewan kurban yang dikonsumsi saat Hari Raya Idul Adha sudah terbebas dari segala penyakit yang membahayakan, misalnya antraks.
Namun persoalannya, seperti yang disampaikan Anggota Panel Ahli Komisi Nasional Penanggulangan Zoonosis, dr Emil Agustino M.Kes, tidak semua penjual hewan ternak mematuhi standar kesehatan yang diharuskan.
"Hewan-hewan ternak yang dijual masih banyak yang tidak diperiksa oleh dokter hewan, misalnya yang ada di kampung-kampung yang tidak melalui jalur resmi. Kadang mereka tidak tahu kalau ternyata hewan ternak yang dijual sudah tertular antraks. Inilah yang terjadi di Boyolali, Sragen, dan daerah lainnya," ungkap Emil Agustiono di sela acara Rakornas ke-3 Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis (KNPZ), di Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Dijelaskan Emil, seperti dilansir laman Beritasatu, antraks merupakan penyakit menular yang disebabkan bakteri Bacillus anthracis. Penyakit ini bersifat zoonosis yang berarti dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Infeksi yang terjadi akibat bakteri ini bisa mengakibatkan kerusakan pada beberapa jaringan, hingga organ utama.
"Antraks dapat memasuki tubuh manusia melalui usus, paru-paru (dihirup), atau kulit melalui luka. Bakteri ini sifatnya endemik dan sudah ada di rumput-rumput dalam bentuk spora. Spora ini juga susah mati dalam suhu kamar. Makanya kalau mau makan daging kurban, harus dimasak sampai benar-benar matang dengan suhu tinggi di atas 100 derajat celcius agar bakterinya mati," tambah Emil.(Bs/Gs).