Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on October 11, 2014

Jakarta, 11 Oktober  - Sedangkan Menko Kesra RI HR. Agung Laksono menginginkan penyelenggaraan Asian Games nanti bisa lebih sukses dibandingkan penyelenggaran saat Indonesia menjadi tuan rumah tahun 1962. Selain itu Menko Kesra menghendaki adanya unsur seni budaya Nasional yang dimunculkan saat penyelenggaraan Asian Games.

“Tentu berharap dengan kemampuan sumber daya manusia kita yang sudah lebih hebat dibandingkan tahun 62, maka penyelenggaraan harus lebih baik. Kalau lebih jelek kita harus lebih malu pada senior-senior kita. Hasilnya lebih, semuanya macem-macem. Juga mampu menonjolkan budaya Indonesia pada setiap kesempatan yang memungkinkan,” ungkap Menko Kesra.

Dalam rakor tersebut diputuskan beberapa hal di antaranya, kesiapan semua stakeholder untuk mendukung pelaksanaan Asian Games. Kemudian akan diusulkan pembuatan Kepres sebagai payung hukum penyelenggaraan Asian Games. Diputuskan untuk sementara waktu penyelenggaraan Asian Games adalah Agustus 2018.

Jabar Sinergikan Venue PON dan Asian Games

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menginginkan agar venue untuk Asian Games dan PON 2016 bisa sinergi. Sehingga pelaksanaan dua perhelatan olahraga terakbar ini bisa matang.

"Nanti pada 2018, terutama venue tinggal dilakukan perbaikan atau pemeliharaan saja. Secepatnya ada keputusan penetapan cabor yang akan diselenggarakan di Jawa Barat," tutur Deddy.

Deddy mengungkapkan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Persiapan Asian Games 2018 di Kemenko Kesra, Jumat (10/10/2014). Dalam Rakor tersebut dipimpin Menko Kesra, HR. Agung Laksono, perwakilan dari DKI Jakarta, Sumatera Selatan dan berbagai pihak terkait termasuk Polri dan TNI.

“Yang penting saya pikir mengenai pembinaan atlet bisa dikaitkan dengan PON XIX di Jabar. Terus mengenai venue bisa sinergis untuk PON dengan Asian games ini dengan standar Asian games. Jadi enggak dua kali. Karena itulah segera dengan penetapan cabor mana saja yang ada di Jawa Barat. Venue apa saja yang dipakai," tutur pria yang akrab disapa Demiz ini.

Demiz meminta agar bantuan keuangan dari Kemenpora mengenai venue juga bisa segera diturunkan. Sehingga pelaksanaan PON akan lebih sempurna karena terbantu oleh APBN.

"Jadi 2018 kita tinggal maintenance,” ujarnya.(Gs).