Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on June 19, 2014

Jakarta, 19 Juni – Menko Kesra HR. Agung Laksono mengatakan bahwa kesetiakawanan sangatlah penting dan tekad untuk maju bersama sama. “ Kesetiakawanan sangatlah penting, untuk itu kita harus mempunyai tekad bahwa bangsa Indonesia agar maju bersama-sama, makmur bersama-sama, Oleh karena itulah diperlukan kesetiakawanan sosial, yang kaya membantu yang miskin, yang maju membantu yang belum maju, hidup tolong-menolong, hidup bantu-membantu, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Itulah Indonesia, itulah kemajemukan dan kesetiakawanan social”. Demikianlah antara lain dikatakan dalam sambutan dan arahan Menko Kesra yang diwakili Sekretaris Kemenko Kesra (Sesmenko Kesra) Drs. Sugihartatmo, MPIA pada Pelantikan Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Periode 2013 – 2017, Rabu (18/6/2014) malam yang berlangsung di Grand Baalroom Suncity, Jl. Hayam Wuruk, Jakarta.

Lebih lanjut dalam mengawali Sambutan ini, Menko Kesra mengajak hadirin sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita semua dapat hadir di tempat ini dalam rangka Pelantikan Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Periode 2013-2017. Atas nama pemerintah dan selaku pribadi, Menko Kesra mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara semoga perhimpunan ini, ke depan makin dapat memberikan kontribusi dan pengabdiannya bagi kemajuan dan kebaikan masyarakat, bangsa, dan negara yang sama-sama kita cintai.

“ Malam ini kita akan menyaksikan putra-putri bangsa terbaik, yang telah terpilih menjadi pengurus INTI, dimana INTI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang besar dan kuat, untuk itu kepada para pengurus INTI agar dapat menjalankan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, didasari niat luhur dan keikhlasan hati semata-mata, demi meraih ridha Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengurus INTI hendaknya memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi sosial kehidupan masyarakat”, kata Menko Kesra

“ Kita akui bersama sangat besar peranan dan sumbangsih Pengurus INTI, demi bangsa dan negara diberbagai bidang, seperti mempersatukan kegiatan masyarakat Tionghoa, solidaritas untuk penanggulangan bencana, membantu kaum miskin, menyelenggarakan pengobatan masal gratis dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Semoga segenap pengurus INTI yang akan dilantik bisa melakukan kegiatan melayani masyarakat dengan lebih baik lagi”, tegas Menko Kesra

Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Kita telah disuguhkan penampilan marching band dan seni barongsai, ini bukan hanya milik umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi milik rakyat Indonesia. Semarak atraksi barongsai ini menunjukkan bahwa bangsa kita, benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan memberi ruang besar bagi masyarakat Tionghoa tanpa ada lagi sikap diskriminasi.

Kenyataan ini patut kita syukuri, selain merupakan pengakuan, penghargaan, dan penghormatan kepada etnis Tionghoa dan umat Konghucu, sekaligus juga menjadi bagian terpadu dari mozaik keragaman etnis dan budaya bangsa kita yang majemuk.

Kenyataan ini, juga menunjukkan makin kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa yang multikultural. Kebersamaan antara etnis Tionghoa dengan berbagai etnis lainnya di seluruh tanah air, telah menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaaan yang ada. Melalui pelantikan Pengurus INTI, mari kita tingkatkan persaudaraan  yang kuat dan kokoh, demi kejayaan negara dan bangsa Indonesia.

Harus Saling Toleran

Indonesia sebagai negara yang multi etnis, tidak sepatutnya terjadi diskriminasi terhadap etnis satu dengan yang lainnya, semua lapisan etnis harus saling toleran dan bekerja sama. Negeri kita masih
menghadapi persoalan multi dimensi, kita semua harus bergandeng tangan untuk memenangkan perang melawan berbagai persoalan tersebut, sehingga negeri kita cepat terbebas dari kungkungan persoalan, sehingga berkembang menjadi negara yang maju rukun dan damai,

Sebagaimana semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika adalah menjadi pilar penting dalam kehidupan bernegara kita, meskipun berbeda-beda suku, ras dan agama tetapi satu, mengutamakan persatuan dalam kemajemukan. Ini adalah menjadi amanah, tekad, dan konsensus dasar kita, bangsa Indonesia yang majemuk, yang beragam, baik dari segi agama, etnis, suku, daerah, dan perbedaan yang lain tetaplah satu, rukun bersatu menjadi bangsa Indonesia yang insya Allah akan makin maju menghadapi masa depannya.

Demikian pula kehidupan kita, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Harmoni, kerukunan dan persaudaraan adalah nafas kehidupan bangsa kita yang harus kita pelihara, yang harus kita perkokoh dari masa ke masa. Kita wajib saling sayang-menyayangi. Kita wajib saling hormat-menghormati, tidak boleh ada yang merasa super, dan sebaliknya harus kita perkuat toleransi di antara kita. Kita sadari bahwa masalah itu masih ada, tetapi masalah itu selalu ada solusi. Solusinya adalah memelihara komunikasi yang baik, memelihara dialog yang baik, dan membangun jembatan di antara perbedaan-perbedaan itu, sehingga tidak menimbulkan permasalahan apapun. Dan perbedaan itu marilah kita perkuat dengan kesetiakawanan sosial.

Tidak GOLPUT

Menko Kesra sebelum menutup sambutan ini, menyampaikan bahwa kita ketahui bersama, Bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, saya menghimbau kepada hadirin, agar mewaspadai terhadap kelompok-kelompok yang akan memecah belah umat dan kepada seluruh komponen masyarakat agar mendeteksi adanya potensi ancaman yang terjadi menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Dan saya juga mengajak kepada hadirin agar pada tanggal 9 Juli 2014 datang ke TPS-TPS untuk menggunakan hak pilih dan tidak GOLPUT.

Dalam acara pelantikan ini dihadiri para tokoh pemuka agama, tokoh masyarakat dan tokoh komunitas Tionghoa dan keluarga besra Perhimpunan INTI seluruh Indonesia, bahkan hadir pula Wakil Gubernur Kalimantan Barat. (Gs).

Jakarta, 19 Juni – Menko Kesra HR. Agung Laksono mengatakan bahwa kesetiakawanan sangatlah penting dan tekad untuk maju bersama sama. “ Kesetiakawanan sangatlah penting, untuk itu kita harus mempunyai tekad bahwa bangsa Indonesia agar maju bersama-sama, makmur bersama-sama, Oleh karena itulah diperlukan kesetiakawanan sosial, yang kaya membantu yang miskin, yang maju membantu yang belum maju, hidup tolong-menolong, hidup bantu-membantu, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Itulah Indonesia, itulah kemajemukan dan kesetiakawanan social”. Demikianlah antara lain dikatakan dalam sambutan dan arahan Menko Kesra yang diwakili Sekretaris Kemenko Kesra (Sesmenko Kesra) Drs. Sugihartatmo, MPIA pada Pelantikan Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Periode 2013 – 2017, Rabu (18/6/2014) malam yang berlangsung di Grand Baalroom Suncity, Jl. Hayam Wuruk, Jakarta.

Lebih lanjut dalam mengawali Sambutan ini, Menko Kesra mengajak hadirin sekalian untuk memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas perkenan rahmat dan ridho-Nya kita semua dapat hadir di tempat ini dalam rangka Pelantikan Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Periode 2013-2017. Atas nama pemerintah dan selaku pribadi, Menko Kesra mengucapkan selamat kepada Saudara-saudara semoga perhimpunan ini, ke depan makin dapat memberikan kontribusi dan pengabdiannya bagi kemajuan dan kebaikan masyarakat, bangsa, dan negara yang sama-sama kita cintai.

“ Malam ini kita akan menyaksikan putra-putri bangsa terbaik, yang telah terpilih menjadi pengurus INTI, dimana INTI merupakan organisasi sosial kemasyarakatan yang besar dan kuat, untuk itu kepada para pengurus INTI agar dapat menjalankan fungsinya dengan penuh tanggung jawab, didasari niat luhur dan keikhlasan hati semata-mata, demi meraih ridha Tuhan Yang Maha Kuasa. Pengurus INTI hendaknya memiliki kepedulian dan kepekaan yang tinggi terhadap kondisi sosial kehidupan masyarakat”, kata Menko Kesra

“ Kita akui bersama sangat besar peranan dan sumbangsih Pengurus INTI, demi bangsa dan negara diberbagai bidang, seperti mempersatukan kegiatan masyarakat Tionghoa, solidaritas untuk penanggulangan bencana, membantu kaum miskin, menyelenggarakan pengobatan masal gratis dan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya. Semoga segenap pengurus INTI yang akan dilantik bisa melakukan kegiatan melayani masyarakat dengan lebih baik lagi”, tegas Menko Kesra

Semangat Bhinneka Tunggal Ika

Kita telah disuguhkan penampilan marching band dan seni barongsai, ini bukan hanya milik umat Konghucu dan masyarakat Tionghoa, tetapi telah menjadi milik rakyat Indonesia. Semarak atraksi barongsai ini menunjukkan bahwa bangsa kita, benar-benar menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan, meneguhkan semangat Bhinneka Tunggal Ika, dan memberi ruang besar bagi masyarakat Tionghoa tanpa ada lagi sikap diskriminasi.

Kenyataan ini patut kita syukuri, selain merupakan pengakuan, penghargaan, dan penghormatan kepada etnis Tionghoa dan umat Konghucu, sekaligus juga menjadi bagian terpadu dari mozaik keragaman etnis dan budaya bangsa kita yang majemuk.

Kenyataan ini, juga menunjukkan makin kokohnya kebersamaan kita sebagai bangsa yang multikultural. Kebersamaan antara etnis Tionghoa dengan berbagai etnis lainnya di seluruh tanah air, telah menjadi kesadaran bersama untuk saling menghormati dan menerima perbedaaan yang ada. Melalui pelantikan Pengurus INTI, mari kita tingkatkan persaudaraan  yang kuat dan kokoh, demi kejayaan negara dan bangsa Indonesia.

Harus Saling Toleran

Indonesia sebagai negara yang multi etnis, tidak sepatutnya terjadi diskriminasi terhadap etnis satu dengan yang lainnya, semua lapisan etnis harus saling toleran dan bekerja sama. Negeri kita masih
menghadapi persoalan multi dimensi, kita semua harus bergandeng tangan untuk memenangkan perang melawan berbagai persoalan tersebut, sehingga negeri kita cepat terbebas dari kungkungan persoalan, sehingga berkembang menjadi negara yang maju rukun dan damai,

Sebagaimana semboyan negara kita, Bhinneka Tunggal Ika adalah menjadi pilar penting dalam kehidupan bernegara kita, meskipun berbeda-beda suku, ras dan agama tetapi satu, mengutamakan persatuan dalam kemajemukan. Ini adalah menjadi amanah, tekad, dan konsensus dasar kita, bangsa Indonesia yang majemuk, yang beragam, baik dari segi agama, etnis, suku, daerah, dan perbedaan yang lain tetaplah satu, rukun bersatu menjadi bangsa Indonesia yang insya Allah akan makin maju menghadapi masa depannya.

Demikian pula kehidupan kita, kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Harmoni, kerukunan dan persaudaraan adalah nafas kehidupan bangsa kita yang harus kita pelihara, yang harus kita perkokoh dari masa ke masa. Kita wajib saling sayang-menyayangi. Kita wajib saling hormat-menghormati, tidak boleh ada yang merasa super, dan sebaliknya harus kita perkuat toleransi di antara kita. Kita sadari bahwa masalah itu masih ada, tetapi masalah itu selalu ada solusi. Solusinya adalah memelihara komunikasi yang baik, memelihara dialog yang baik, dan membangun jembatan di antara perbedaan-perbedaan itu, sehingga tidak menimbulkan permasalahan apapun. Dan perbedaan itu marilah kita perkuat dengan kesetiakawanan sosial.

Tidak GOLPUT

Menko Kesra sebelum menutup sambutan ini, menyampaikan bahwa kita ketahui bersama, Bangsa Indonesia akan mengadakan pesta demokrasi, yaitu Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden, saya menghimbau kepada hadirin, agar mewaspadai terhadap kelompok-kelompok yang akan memecah belah umat dan kepada seluruh komponen masyarakat agar mendeteksi adanya potensi ancaman yang terjadi menjelang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Dan saya juga mengajak kepada hadirin agar pada tanggal 9 Juli 2014 datang ke TPS-TPS untuk menggunakan hak pilih dan tidak GOLPUT.

Dalam acara pelantikan ini dihadiri para tokoh pemuka agama, tokoh masyarakat dan tokoh komunitas Tionghoa dan keluarga besra Perhimpunan INTI seluruh Indonesia, bahkan hadir pula Wakil Gubernur Kalimantan Barat. (Gs).

Kategori: