Baubau, 8 September – Menko Kesra HR. Agung Laksono dalam kunjungan kerjanya ke Kota Baubau, antara lain meninjau RS Palagimata. Dalam peninjauan tersebut, ada pemandangan tidak menyenangkan saat kunjungan Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Dr HR Agung Laksono di Rumah Sakit (RS) Palagimata, Senin (8/9/2014). Pasalnya dalam kunjungannya itu, Menko Kesra menyaksikan banyak tempat tidur yang digunakan pasien sudah tidak layak.
Tempat Tidur Pasien Minta Diganti
Untuk itu, Menko Kesra sangat berharap agar pihak RS segera mengganti tempat tidur yang sudah rusak dengan yang baru, sehingga pasien bisa merasa nyaman saat menggunakan tempat tidur itu.
"Ini memang diperlukan langkah-langkah untuk percepatan memoderenkan peralatan sebab tempatnya cukup baik, luas hingga peralatannya dipenuhi, disamping sumber daya manusianya tentunya," ungkapnya kepada sejumlah awak media ditemui di RS Palagimata.
"Seperti tadi saya meninjau Rumah Sakit ada seorang ibu-ibu yang anaknya sudah keluar dari ibunya, tetapi masih terluka dan butuh waktu berjam-jam untuk sampai disini," tambahnya.
Seperti dilansir laman Buton Pos, kondisi itu juga diakui Direktur Utama RS Palagimata, dr Hasmudin. Dia mengakui bahwa sekitar 60 persen yang ada saat ini sudah tidak layak dan tidak masuk standar.
"Tempat tidur ada 60 persen masih pengadaan lama, bahkan masih sisa tahun yang cukup lama, sebetulnya sudah tidak layak lagi dan sudah tidak standar lagi. Jadi kedepannya, mungkin program pertama kami untuk memperbaiki fasilitas tempat tidur," sanggahnya kepada sejumlah media.
Tidak hanya itu saja, Menko Kesra melihat bahwa RS Palagimata juga membutuhkan bank darah sehingga tidak lagi membutuhkan pasokan darah dari daerah lain atau yang biasa diambil dari Kabupaten Buton.
Menjawab hal itu, Hasmudin mengatakan saat ini RS sudah ada pengadaan bangunan untuk transfusi darah, sehingga kedepan akan diprogramkan bagaimana pengadaan bank darah yang juga akan ditempatkan disekitar area RS.
"Alhamdullilah tahun ini kita sudah ada pengadaan bangunannya, mungkin tahun setelah itu (pengadaan transfusi darah, red). Jadi kita tinggal meningkatkan kualitas sumber daya manuasianya," ungkapnya.(Bp/Gs)
Kategori: