Jakarta, 19 Agustus - Menko Kesra HR. Agung laksono selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis memberikan Sambutan dan membuka secara resmi Global Infections Diseases Meeting, Selasa (19/8/2014) malam di Hotel Sangrila, Jakarta. Berikut ini sambutan Menko Kesra/Selaku Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis dimuat secara lengkap. (Gs).
SAMBUTAN
MENTERI KOORDINATORBIDANG KESEJAHTERAAN RAKYAT
SELAKU KETUA KOMISI NASIONAL PENGENDALIAN ZOONOSIS
DALAM
GLOBAL INFECTIOUS DISEASES MEETING
JAKARTA, 19 AGUSTUS 2014
Yang saya hormati,
MenteriKesehatan
MenteriPertahanan
MenteriDalamNegeri
MenteriLuarNegeri
MenteriPertanian
MenteriHukumdan HAM
MenteriKomunikasidanInformasi
KepalaKepolisian Republik Indonesia
DirekturJenderal WHO
DirekturJenderal FAO
DirekturJenderal OIE
Para Peserta Global Infectious Diseases Meeting
Serta hadirin yang saya banggakan
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Selamat malam dan Salam Bahagia Bagi Kita Semua.
Saya merasa bahagia bias berada ditengah para peserta pertemuan yang saya banggakan, dan pada kesempatan ini saya menyampaikan selamat datang di Indonesia-Jakarta, semoga hadirin dapat menikmati perjalanan ke Indonesia dan selama kunjungan di Jakarta ini anda semua dalam kondisi sehat, aman dan cuaca lebih bersahabat sehingga Bapak/Ibu merasa nyaman dan dapat menikmati kotaJakarta.
Pada kesempatan ini, saya sebagai Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis ingin menyampaikan tentang bagaimana membangun kerjasama multi sector dalam pengendalian Zoonosis di Indonesia melalui forum koordinasi Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
Pada tahun 2004 masyarakat dan industri perunggasan Indonesia menghadapi ancaman Flu Burung H5N1 yang pada saat itu adalah emerging zoonosis.pada tahun 2006 Flu Burung H5N1 telah berdampak pada kerugian jiwa, ekonomi dan sosial sehingga pemerintah memutuskan dilakukan pengendalian secara multi sektor dengan membentuk Komite Nasional Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza) dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza.
Berdasarkan analisis dari para pakar dunia dan tim panel ahli Komite Nasional Pengendalian Flu Burung (Avian Influenza) dan Kesiapsiagaan Menghadapi Pandemi Influenza bahwa ancaman bagi masyarakat dunia dan masyarakat Indonesia adalah Emerging Infectious Diseases yang 70% bersifat zoonoses atau penyakit menular dari hewan kemanusia. Hal ini seperti menjadi nyata karena dalam dekade terakhir ancaman emerging zoonosis seperti InfluenzaA (H7N9, H5N1, H1N1), SARS, NIPAH, HENDRA, EBOLA, MERSCoV (Middole East Respiratory Syndrome Corona Virus) terus meningkat bahkan penyakit tersebut memiliki angka fatalitas yang tinggi, karena karakternya yang belum dikenal sebelumnya, sehingga berpotensi menjadi wabah dan bahkan meluas pada beberapa negara atau dikenal dengan pandemi. Bahkan rumorspora anthraks yang bersifat zoonosis pernah digunakan untuk mengancam Kedutaan Besar Indonesia di Australia dan Kedutaan Negara Sahabat di Jakarta. Untuk mengurangi risiko melalui mitigasi dan pengurangan dampak melalui deteksi dini dan respon cepat Presiden menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 30 tahun 2011 tentang pengendalian zoonosis yang mengamanatkan :
- Pembentukan forum koordinasi multi sektor Komisi Pengendalian Zoonosis di tingkat pusat, provinsi, kabupaten dan kota;
- Komisi Pengendalian Zoonosis menjadi pusat komando dalam kondisi wabah atau pandemi untuk melakukan langkah-langkah komprehensif secara lintas sektor;
- Melaksanakan 8 (delapan) strategi pengendalian zoonosis terpadu yaitu :
- fokus pengendalian zoonosis pada hewan untuk mencegah penularan pada manusia,
- koordinasi dan sinergi lintas sektor,
- penguatan surveilans terpadu,
- perlindungan wilayah yang masih bebas,
- perlindungan masyarakat dari ancaman,
- penguatan kapasitas sumber daya,
- penelitian dan pengembangan dan’
- pemberdayaan masyarakat, dunia usaha dan universitas.
Pendekatan One Health telah diimplementasikan Indonesia melalui Komisi Pengendalian Zoonosis, hasil implementasi sejak 2011 sampai dengan 2013 telah berhasil menurunkan insidensi 6 (enam) jenis zoonosis endemis prioritas nasional pada hewan dan manusia yaitu Rabies, Flu Burung H5N1, Antraks, Leptospirosis, Pes dan Brusellosis. Bahkan beberapa provinsi telah berhasil dibebaskandari Brusellosis, kedepan besar harapan Indonesia mampu swasembada daging.Dalam hal antisipasi penularan emerging zoonosis yang dalam waktu belakangan ancamannya terus meningkat seperti Influenza AH7N9, Ebola dan MERSCoV Pemerintah Indonesia telah mengambil langkag-langkah komprehensif seperti :
- penghentian sementara impor hewan dan bahan baku yang berisiko menjadi sumber penularan,
- pemindaian kesehatan selektif di bandara internasional,
- penguatan kapasitas laboratorium,
- komunikasi risiko,
- mekanisme rujukan dan,
- simulasi penanggulangan pandemi secara multi sektor di pelabuhan laut, pelabuhan udara dan episenter pandemi.
Hadirin sekalian yang saya hormati,
Tugas pemerintah di seluruh Negara adalah melindungi, menjaga keamanan dan keselamatan warga Negara dari berbagai ancaman, khusus ancaman biologi atau penyakit menular model pengendalian penyakit secara multi sektor melalui forum koordinasi seperti di Indonesia dapat dijadikan model bagi negara lain dan apabila diperlukan kita bentuk forum koordinasi di tingkat regional dan global yang berfungsi untuk : koordinasi, pertukaran informasi, analisis, kerjasama penguatan kapasitas sumber daya dan respon pandemi.
Hadirin peserta pertemuan yang saya banggakan,
Sebagai kesimpulan, saya ingin berpesan kepada saudara sekalian dan seluruh stakeholders di Indonesia.
Pertama,bahwa pekerjaan ini masih belum selesai. Kita harus bekerja lebih keras dalam mengendalikan Emerging Zoonoses.
Kedua,memperkuat koordinasi, kerjasama dan komitmen di tingkat nasional, regional dan global untuk melindungi warga negara kita dari ancaman emerging zoonoses.
Ketiga, mengimplementasikan one health sebagai konsep pengendalian zoonosis.
Keempat,semoga pertemuan ini menghasilkan sebuah kesepakatan yang dapat diimplementasikan segera untuk menciptakan masyarat dunia yang sehat, aman dan sejahtera.
Sebagai penutup, pada kesempatan penting ini, kami ingin menyampaikan terimakasih kepadaWorld Health Organization (WHO), Food and Agriculure Organization (FAO) dan Office International des Epizooties (OIE) serta negara-negara sahabat yang telah member kepercayaan kepada Indonesia sebagai tuan rumah Global Infectious Diseases Meeting yang mengambil TemaBuilding Global Commitment To Multisectoral Approaches To Manage Emerging Zoonotic Diseases In Support of The Global Health Security Agenda Within The Framework of Public Health
Saya mendoakan pertemuan ini berjalan lancar dan mencapai tujuan yang diinginkan.Selamat malam dan selamat melanjutkan agenda pertemuan.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat selaku
Ketua Komisi Nasional Pengendalian Zoonosis
ttd
Dr. H.R AgungLaksono