Jakarta, 2 Oktober - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), HR. Agung Laksono membantah adanya modus baru dalam pembakaran hutan dan lahan di Indonesia.
"Itu bukan modus baru, itu sudah lama. 95 persen lahan/hutan yang rawan terbakar itu ternyata terjadi bukan karena faktor alam saja, tapi karena ulah manusia juga," kata Menko Kesra di Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Menko Kesra seperti dilansir laman HarianTerbit melanjutkan, aktor pembakar hutan dan lahan tersebut adalah mereka-mereka yang punya kepentingan bisnis dan mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan lingkungan dan mengkorbankan orang lain. Sebab itu, Menko Kesra meminta penegakan hukum harus betul-betul dijalankan.
"Ini orang-orang tidak tanggungjawab. Tangkap mereka yang bersalah, jangan hanya orang-orang yang disuruh ditangkap, yang dibelakang layar itu mereka yang menjadi penggerak yang membakar lahan-lahan," tegasnya.
Mantan Ketua DPR ini juga memaparkan, akibat ulah orang-orang tidak bertanggungjawab tersebut, merugikan berbagai aspek kehidupan. Pertama, bukan hanya negara-negara tetangga saja yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan Indonesia, dalam negeri pun terkenda dampaknya. "Bukan hanya negara tetangga yang tersiksa, negara kita sendiri terganggung seperti penerbangan terganggu," ujarnya.
Kedua, kebakaran hutan dan lahan tentunya juga mengganggu kesehatan seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang masih tinggi di Indonesia dan sebagainya. Maka dari itu, tegasnya, seluruh pihak harus menjaga kelestarian hutan dan lahan agar kesehatan dan lingkungan dapat terjaga. "Kesehatan dan lingkungan harus diperhatikan," katanya.(Ht/Gs)
Jakarta, 2 Oktober - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra), HR. Agung Laksono membantah adanya modus baru dalam pembakaran hutan dan lahan di Indonesia.
"Itu bukan modus baru, itu sudah lama. 95 persen lahan/hutan yang rawan terbakar itu ternyata terjadi bukan karena faktor alam saja, tapi karena ulah manusia juga," kata Menko Kesra di Jakarta, Rabu (1/10/2014).
Menko Kesra seperti dilansir laman HarianTerbit melanjutkan, aktor pembakar hutan dan lahan tersebut adalah mereka-mereka yang punya kepentingan bisnis dan mementingkan diri sendiri tanpa mempedulikan lingkungan dan mengkorbankan orang lain. Sebab itu, Menko Kesra meminta penegakan hukum harus betul-betul dijalankan.
"Ini orang-orang tidak tanggungjawab. Tangkap mereka yang bersalah, jangan hanya orang-orang yang disuruh ditangkap, yang dibelakang layar itu mereka yang menjadi penggerak yang membakar lahan-lahan," tegasnya.
Mantan Ketua DPR ini juga memaparkan, akibat ulah orang-orang tidak bertanggungjawab tersebut, merugikan berbagai aspek kehidupan. Pertama, bukan hanya negara-negara tetangga saja yang terkena dampak kebakaran hutan dan lahan Indonesia, dalam negeri pun terkenda dampaknya. "Bukan hanya negara tetangga yang tersiksa, negara kita sendiri terganggung seperti penerbangan terganggu," ujarnya.
Kedua, kebakaran hutan dan lahan tentunya juga mengganggu kesehatan seperti penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang masih tinggi di Indonesia dan sebagainya. Maka dari itu, tegasnya, seluruh pihak harus menjaga kelestarian hutan dan lahan agar kesehatan dan lingkungan dapat terjaga. "Kesehatan dan lingkungan harus diperhatikan," katanya.(Ht/Gs)