Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on August 14, 2014

Jakarta,14 Agustus  - Pemerintah tengah menyosialisasikan penularan Ebola dan juga "Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus" (MERS-CoV) kepada seluruh masyarakat khususnya calon jemaah haji.
"Pemerintah sudah menyosialisasikan wabah virus Ebola dan Mers-CoV kepada seluruh masyarakat yang akan ke Arab Saudi," kata Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat HR. Agung Laksono, dalam konferensi pers, Rabu (13/8/2014) sore di Rapat Ruang Utama Kemenko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat No.3/Jl. Abdul Muis,Jakarta Pusat.
Menko Kesra menjelaskan, pada musim haji tahun ini adat dua penyakit menular emerging zoonosis yang perlu diwaspadai, yaitu Ebola dan Mers-CoV.
"Pemerintah kini mewaspadai ancaman penyebaran kedua penyakit itu," tegas Menko Kesra.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan  pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah Arab Saudi terkait Ebola dan Mers-CoV.
Dia menambahkan, rumah sakit di Indonesia juga disiagakan untuk mengantisipasi berbagal hal, selain menyatakan pengunjung dari negara-negara terinfeksi ebola juga sudah dibatasi.
Menurut Nafsiah, Kemenkum HAM sudah memperketat visa bagi warga negara yang terinfeksi virus itu.
"Pemerintah juga telah menyusun, menyebarkan, dan menyosialisasikan pedoman penanganan ebola bagi petugas Kemenkes dan Kemendagri," kata dia.

Tujuh hal yang dapat dilakukan untuk cegah Ebola

Wabah Ebola yang meluas di tiga negara Afrika telah menewaskan lebih dari 1.000 orang namun Badan Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan untuk tidak melakukan pelarangan total perjalanan dan perdagangan ke negara terjangkit.
"Namun bagi warga negara yang karena hal tertentu harus bepergian ke negara beresiko maka WHO menganjurkan diberi penjelasan lengkap dan menyeluruh tentang penyakit Ebola dan pencegahannya," ujar Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan Prof Tjandra Yoda Aditama dalam surat elektroniknya di Jakarta, Rabu (13/8/2014), seperti dilansir laman Antaranews.com.
Tjandra menyebut ada tujuh hal yang dapat dilakukan sebagai langkah antisipasi mencegah terjangkit Ebola, terutama jika hendak bepergian ke negara episenter Ebola yaitu Guinea, Liberia dan Sierra Leonne.
Langkah pertama adalah lebih sering cuci tangan pakai sabun (CTPS) karena Ebola menular melalui kontak dengan cairan tubuh pasien.
"Walaupun sudah hati-hati tapi tetap ada kemungkinan tangan kita tercemar. Karena itu rajin-rajinlah cuci tangan pakai sabun," ujar Tjandra.
Langkah kedua yang juga sangat penting adalah dengan menghindari kontak langsung dengan pasien Ebola.
"Selain pasiennya, kita perlu membatasi kontak dengan keluarga/kerabat yang baru mengunjungi pasien," tambah Tjandra.
Langkah ketiga adalah sedapat mungkin menghindari proses pemakaman pasien Ebola terutama yang memiliki ritual pemakaman yang membutuhkan kontak langsung dengan jenazah seperti menciumnya.
Langkah keempat yang dapat dilakukan untuk menghindari Ebola adalah menghindari kontak dengan hewan yang mungkin dapat menularkan virus tersebut serta membatasi untuk mengunjungi kawasan hutan di negara-negara terjangkit.
Sedangkan langkah kelima adalah jika seseorang terlanjur berada di negara terjangkit saat wabah merebak maka diiharapkan untuk dapat membatasi perjalanan domestik.
"Jangan bepergian antarkota di negara itu kalau tidak betul-betul diperlukan," kata Tjandra.
Langkah keenam, masyarakat diharapkan agar dapat mengikuti perkembangan informasi mengenai Ebola di laman yang terpercaya seperti laman WHO atau Kementerian Kesehatan RI untuk mengetahui informasi terbaru.
Sedangkan langkah ketujuh/terakhir yang harus dilakukan disebut Tjandra adalah jika memiliki keluhan kesehatan ketika sedang berkunjung ke negara terjangkit agar dapat segera melapor ke petugas kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan.(Ant/Gs).