Jakarta, 12 Oktober - Pemerintah, seperti dilansir laman Radarcirebon.com,, tengah berupaya untuk mempersingkat proses pemberian bantuan langsung tunai (BLT) ke masyarakat. Program yang tengah dikaji saat ini adalah pengiriman melalui sistem perbankan atau e-money. Rencananya, seluruh jenis BLT akan diberikan melalui e-money pada tahun depan.
Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono meminta agar rencana pengiriman BLTmelalui system perbankan dipertimbangakan. “Tidak semua daerah ada perbankannya,” kata dia.
Menko Kesra menilai, sistem penyaluran saat ini sudah cukup bagus, yakni melalui kantor pos. Penyaluran menggunakan by name by address bisa menjangkau warga-warga miskin hingga di pelosok daerah. “Sudah sangat bagus melalui pos. Tapi jika memang demikian (diganti e-money) harus disiapkan dulu sepenuhnya. Data-datanya dan lainnya,” tegas Menko Kesra
“Bank Indonesia memang tengah mempersiapkan penyaluran seluruh BLT menggunakan e-money,” ujar Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan Kementerian Sosial (Kemensos) Hartono Laras, kemarin.
Ia menuturkan, untuk saat ini, sudah ada beberapa bantuan yang diberikan melalui uang elektronik. Jenis bantuan itu antara lain, untuk para pahlawan dan perintis kemerdekaan. Hartono menilai, penyaluran menggunakan e-money ini cukup efektif. Sebab, para penerima bantuan bisa mengambil uang santunan mereka kapan pun tanpa perlu mengantri panjang.
Meskipun demikian, dia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali jika ingin langsung diterapkan sepenuhnya tahun depan. Pasalnya, belum seluruh wilayah di Indonesia terjangkau oleh sistem perbankan. Tidak bisa ditampik, jika masih banyak wilayah terpencil yang jauh dari bank. “Selain itu, sistem datanya harus memadai. Harus dipersiapkan betul,” tandasnya.(Rc/Gs).