Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 12, 2014

Jakarta, 12 September - Menko Kesra HR. Agung Laksono mengatakan pengadaan beras untuk orang miskin selama ini berjalan baik.

Dia menjelaskan bila beras yang diterima masyarakat miskin dalam keadaan tidak baik, bukan karena beras itu berkualitas jelek.

“Hal itu karena terjadi perubahan kualitas, yang diakibatkan oleh masa simpan beras di dalam gudang selama 6 bulan,” kata Menko Kesra usai membuka Rakor Evaluasi Pelaksanaan Program Raskin Semester I tahun 2014, Kamis (11/9/2014) di Ruang rapat Utama Kemenko Kesra, Jl. Medan Merdeka Barat no.3, Jakarta.

Rakor yang berlangsung di Kantor Kemenko Kesra itu, sendiri sebagai tindak lanjut hasil evaluasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama terkait dengan bidang pengadaan dan distribusi.

Menko Kesra menuturkan produksi padi menerapkan sistem In vivo. Hasilnya mencerminkan produksi beras di daerah meningkat. Daya serapnya juga cukup baik.

Jadi, lanjutnya, sebenarnya tidak ada masalah dengan kualitas raskin. Walau di beberapa daerah ditemukan adanya beras berkualitas jelek, bukan berarti semua beras untuk masyarakat miskin jelek. Kondisi ini hanya ditemukan di beberapa titik distribusi saja.

Menurut Agung, salah satu solusi utama dalam memperbaiki masalah yang terdapat dalam program raskin, adalah dengan memperbaiki proses penyimpanan di gudang.

“Selama 16 tahun program ini berjalan, kerap ditemukan raskin yang buruk, kondisinya seperti berkutu, berwarna kusam, dan menimbulkan bau tidak sedap,” tegas Menko Kesra.

Dia mengatakan beras yang diterima dari petani mutunya bagus. Namun, karena proses penyimpanan yang membuat kualitas beras menjadi jelek. Oleh karena itu, kini sedang dicari cara yang terbaik. Kemasannya harus lebih rapat agar tetap terjaga mutunya.(Gs).