Jakarta, 29 Agustus - Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR. Agung Laksono meminta percepatan perbaikan gizi tetap menjadi prioritas Agenda Pasca MDGs dan RPJM 2014-2019.
"Ini untuk menentukan kualitas hidup manusia, khususnya tumbuh kembang anak sejak hamil sampai usia 2 tahun," kata Agung Laksono di Jakarta, Kamis (28/8/2014).
Menko Kesra menjelaskan ibu hamil dan menyusui serta bayi dan anak harus mendapat perhatian khusus.
"Khusunya pada 1.000 hari pertama karena pada masa keemasan atau golden periode, merupakan masa tidak tergantikan pada pembentukan otak dan saraf," katanya.
Agung juga menambahkan pemerintah telah menggelar rapat koordinasi tentang Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi.
Rapat koordinasi tersebut melibatkan seluruh kementerian dan lembaga terkait.
Pemerintah, kata Agung, menilai masih banyak persoalan gizi yang dihadapi Indonesia.
Telah terjadi kenaikan angka kurang gizi, yang tadinya 17,2 persen sekarang jadi 19,4 persen.
"Karenanya, Gerakan Nasional Percepatan Perbaikan Gizi yang dicanangkan pada 2013 melalui Peraturan Presiden Nomor 42 tahun 2013, perlu terus digalakkan," katanya.
Sementara itu, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menambahkan salah satu faktor penyebab tingginya masalah gizi di Indonesia adalah kemiskinan.
"Kemiskinan menjadi salah satu faktor penyebab timbulnya persoalan gizi buruk," katanya. (Yc/Ant/Gs)