Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 25, 2014

Jakarta, 25 September  - Menko Kesra HR. Agung Laksono di sela acara United Nations Climate Summit, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyaksikan pengumuman ikrar minyak sawit Indonesia atau Indonesia Palm Oil Pledge di Amerika Serikat (AS).

Ikrar tersebut ditandatangani kemarin (red- 24/9/2014) oleh Kadin Indonesia, Golden Agri Resources, Wilmar, Cargill dan Asian Agri .

Seperti dilansir laman Sindonews.com., disamping disaksikan oleh Menko Kesra, turut penyaksikan pula Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Menko Perekonomian Chairul Tanjung, Menko Polhukam Djoko Suyanto, para menteri serta para pengusaha Indonesia dan AS.

"Indonesia Palm Oil Pledge merefleksikan komitmen para produsen minyak sawit untuk memutus keterkaitan antara produksi minyak sawit dan deforestasi," ujar Waketum Kadin bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim, Shinta Widjaja Kamdani dalam rilisnya, Kamis (25/9/2014).

Ikrar ini juga memuat sasaran berkelanjutan industri minyak sawit Indonesia, termasuk bekerja bersama pemerintah RI dalam reformasi kebijakan untuk mempromosikan produksi minyak sawit berkelanjutan.

Kemudian, tidak menanam di lahan kaya karbon (high carbon stock land) dan lahan gambut, dan memenuhi komitmen mengimplementasikan standar ini kepada supplier/pihak ketiga.

Menurutnya, ikrar tersebut tidak hanya berfokus pada Indonesia, tetapi juga pada operasi perusahaan-perusahaan tersebut di seluruh dunia.

"Cakupan ikrar ini berlaku untuk komitmen unilateral korporasi yang sudah ada, memberikan praktik manajemen industri kelapa sawit yang baru," imbuhnya.

Ini juga merupakan titik puncak dari usaha Kadin membentuk visi sektor minyak sawit Indonesia yang lebih berkelanjutan untuk jangka panjang.

"Ikrar minyak sawit Indonesia sebuah komitmen yang sangat revolusioner. Di mana, kalangan pengusaha bekerja sama untuk mengambil tindakan yang akan membuat operasi produksi minyak sawit lebih berkelanjutan," tutur Shinta.(Sin/Gs).