Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 17, 2013

KESRA -- 25 FEBRUARI : Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Agung Laksono mengaku hingga kini belum memiliki dan menerima sebagian besar peta rawan bencana dari sebagian besar daerah di Indonesia. Satu-satunya peta bencana yang diterimanya hanya dari Provinsi Bengkulu.  Padahal, peta rawan bencana hingga tingkat kabupaten dan kota sangat penting sebagai pijakan awal upaya pencegahan dan mitigasi risiko bencana. Dengan peta itu, setidaknya jatuhnya korban baik jiwa maupun materi lebih banyak bisa dihindari.

Pernyataan itu terlontar menyikapi jatuhnya korban jiwa akibat bencana longsor di Desa Tenjolaya, Kampung Dewata, Kecamatan Pasir Jambu, Ciwidey, Bandung, Selasa, (23/2) pagi. ‘’Saya baru menerima peta rawan bencana dari Bengkulu. Ini untuk mitigasi,’’ katanya kepada Republika, Kamis, (25/2).

Karena itu, Agung menyatakan pentingnya seluruh pemerintah daerah hingga tingkat kabupaten dan kota membuat peta rawan bencana. Hal itu penting sebagai dasar upaya pencegahan dan mitigasi kerugian materi dan korban nyawa manusia. ‘’Saya mendorong seluruh provinsi dan kabupaten/kota membuat peta daerah rawan longsor, banjir, dan gempa,’’ katanya. (Sumber : rol/gs)