Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on September 07, 2014

Jakarta, 7 September - Menteri Koorrdinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) RI HR. Agung Laksono mengatakan gelar Pahlawan Nasional untuk perintis, pendiri dan penggerak NU, KH Wahab Chasbullah sudah memasuki tahap pemutakhiran di tim gelar kepahlawanan.

“Informasi terakhir, persyaratan administrasi sudah terpenuhi. Saya akan berkomitmen mengawal penganugerahan ini. Yakin tidak akan lama lagi akan turun dari pemerintah,” kata Menko Kesra  saat berpidato pada peringatan Haul ke-43 KH Wahab Chasbullah di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Sabtu malam (6/9/2014).

Seperti dilansir laman NU Online, sebelumnya, ia mengakui menyempatkan diri ke Pameran Biografi KH Wahab Chasbullah di halaman MTs Bahrul Ulum. “Dari Pameran Bigrofi itu, negara terlambat memberikan gelar pahlawan. Seharusnya sejak dahulu dianugerahkan,” ungkapnya.

Menurut  Menko Kesra,  KH Wahab Chasbullah adalah kiai yang sangat dikenal di Indonesia, khususnya kalangan kiai dan santri karena perjuangannya membela agama, bangsa, dan negara.

Jasa KH Wahab Chasbullah, tambah dia, yaitu dalam bidang dakwah Islam melalui pesantren yang dilakukan sejak zaman kolonial Belanda, Jepang sampai zaman kemerdekaan. Kiai Wahab juga aktivis sosial keagamaan, “Ia dikenal sebagai perintis Tashwirul Afkar, Nahdlatul Wathon, Subbanul Wathon, Nahdlatut Tujjar, membentuk Komite Hijaz,” katanya.

Menko Kesra  melanjutkan, bersama gurunya, KH Hasyim Asy’ari dan sahabat-sahabatnya, Kiai Wahab mendirikan organisasi massa Nahdlatul Ulama yang kemudian jadi organisasi terbesar di Indonesia yang berperan secara nasional dan internasional.

Masih kata Menko Kesra, Kiai Wahab juga gigih dalam memperjuangkan kemerdekaan di zaman jepang . “Dalam seminar di Jakarta beberapa waktu lalu, para narasumber membahas Kiai Wahab telah bersepakat dan menilai bahwa almarhum sangat layak mendapat gelar pahlawan dari negara.” (Nuo/Gs)