Palangkaraya (04/05)—Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, malam ini membuka Acara Rapat kerja nasional (Rakernas) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Tahun 2017 di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Dalam sambutannya, Menko PMK menyampaikan bahwa Kegiatan Rakernas Fatayat NU ini sangat strategis dan dapat dijadikan sebagai momentum silaturahmi sekaligus forum yang bermanfaat bagi Fatayat NU khususnya, dan bangsa Indonesia umumnya, dalam membangun dan memajukan bangsa Indonesia tercinta ini.
“Rakernas ini sangat relevan di tengah masyarakat kita yang tengah menunggu upaya-upaya konkrit dari pemerintah bersama dengan para tokoh agama dan tokoh masyarakat, untuk keluar dari persoalan-persoalan riil dalam kehidupan masyarakat yang sedang dihadapi saat ini,” tutur Menko PMK.
Menurutnya lagi, pemerintah juga sedang berupaya keras dalam pembentukan generasi yang berkarakter dan berbudi luhur yang dibuktikan dalam instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) dan saat ini terus gencar disosialisasikan serta dilaksanakan dalam setiap sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Sebelumnya, Menko PMK telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Nahdlatul Ulama yang diwakili oleh Ketua Umum KH Said Agil Siradj dalam menjalankan GNRM, sebagai upaya mencapai kemaslahatan bersama dalam Bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Proses membangun budaya bangsa yang bermartabat dan berkarakter luhur tentunya sangat membutuhkan peran kaum perempuan. Dalam kesempatan ini, Menko PMK menegaskan kembali peran penting dan strategisnya kaum perempuan dalam membangun peradaban sebuah bangsa yang maju dan luhur dengan mengutip sebuah ungkapan yang sarat makna tentang peran perempuan.
“Perempuan adalah tiang negara, jika perempuannya baik maka baiklah negaranya, dan jika perempuannya rusak, maka hancurlah negaranya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya, jika ibu mempersiapkan mereka dengan baik, maka ibu telah mempersiapkan bangsa yang baik dan kuat,” jelas Menko PMK.
Fatayat NU, yang merupakan kumpulan salah Badan Otonom NU yang beranggotakan kaum perempuan usia 25-40 tahun, mempunyai peran penting dan strategis dalam membangun peradaban luhur suatu bangsa ke depan. Dengan peran itu, Fatayat NU diharapkan dapat menanamkan nilai-nilai luhur bagi generasi selanjutnya, sehingga bangsa Indonesia diharapkan akan menjadi bangsa yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian secara sosial budaya.
Pada Rakernas yang dilaksanakan dari tanggal 4 Mei sampai 7 Mei 2017 di Palangkaraya ini, menko PMK juga mengharapkan agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar, mencapai tujuan yang diharapkan bersama, serta menghasilkan keputusan, rekomendasi dan program yang membangun bagi perbaikan bangsa kita ke depan. Selain itu, rakernas ini diharapkan pula dapat membawa kemashlahatan bagi seluruh anggota Fatayat NU dan bangsa Indonesia.
Di akhir sambutannya, Menko PMK mengajak seluruh komponen bangsa, ormas-ormas keagamaan khususnya Fatayat NU, untuk selalu menciptakan dan menjaga kondisi yang baik dan kondusif agar keutuhan NKRI dapat terjaga dan lestari, serta mengajak seluruh anggota Fatayat NU saling bahu-membahu, bekerjasama, dan bergotong royong dalam menghalau hal-hal yang dapat menyebabkan disintegrasi bangsa dengan tetap menjaga Pancasila dan UUD 1945 dengan semboyan Bhinneka Tunggal Ika dalam bingkai NKRI.
Acara malam ini dihadiri oleh seluruh perwakilan Pimpinan Wilayah Fatayat NU dari 34 Provinsi di Indonesia itu, Menko PMK secara resmi diterima sebagai anggota kehormatan Fatayat NU yang ditandai dengan penyematan jas oleh ketua umum fatayat NU dan pemberian kartu anggota NU oleh Ketua Umum PBNU. Turut hadir dalam acara ini, Ketua Umum PBNU, Said Agil Siraj; Ketua Umum PP Fatayat NU, Anggia Ermarini; Gubernur Kalimantan Tengah, H Sugianto Sabran; Kapolda Kalimantan Tengah; Perwakilan Direksi BPJS Ketenagakerjaan ; Para Tokoh Agama danTokoh Masyarakat; serta para undangan lainnya.
Pembukaan rakernas Fatayat NU Tahun 2017 ditandai dengan pemukulan gong oleh Menko PMk didampingi Ketua Umum PBNU, Ketua umum Fatayat NU, dan Gubernur Kalimantan Tengah. Pada kesempatan itu, Menko PMK sekaligus menyerahkan pula bantuan berupa 200 Paket Pendidikan dan Al Quran senilai Rp65.000.000. (rhm)
Kategori:
