Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on December 13, 2018

Jakarta (13/12)--- “Sabar dan lapangkanlah dadamu. Jangan selalu mau cepat marah. Ambillah bumi ini sebagai contoh. Dia kita injak, kita ludahi, kita belah, kita tusuk dan kita lukai dengan berbagai alat. Tetapi Dia selalu sabar dan diam, selalu memberikan kita makanan lezat dan berguna.” Itulah penggalan dari buku pertama seri cerita kenangan yang ditulis oleh Novelis, mendiang NH Dini, berjudul ‘Sebuah Lorong di Kotaku’ dan diterbitkan pertama kali tahun 1978. Penggalan isi buku cerita kenangan itu kembali dibacakan dengan penuh khidmat oleh Menko PMK, Puan Maharani, dalam rangka perayaan Hari Ibu 2018 dan Gerakan Ibu Bangsa Membaca, Kamis siang, di auditorium utama gedung Perpustakaan Nasional RI, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Selain membacakan kutipan buku yang merupakan salah satu koleksi unggulan perpustakaan nasional, Menko PMK bersama Ibu Mufidah Jusuf Kalla juga mendeklarasikan Gerakan Ibu Bangsa Membaca. Deklarasi ini juga dilakukan oleh Ibu Erni Tjahja Kumolo, dan seluruh penampil pagelaran literasi.

Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga mengimbau agar Perpustakaan Nasional RI mampu menjadi perpustakaan yang dapat menjangkau para pembacanya hingga ke pelosok tanah air, di mana pun, dan kapan pun.

“Agar semua ibu Indonesia makin bertambah minat bacanya. Dengan begitu, kebiasaan baik dengan membaca itu dapat ditularkan ke anak-anak dan keluarganya yang lain,” kata Menko PMK lagi.

Pembacaan kutipan buku NH Dini oleh Menko PMK dilakukan dalam sesi pagelaran literasi yang menampilkan para perempuan Indonesia dari berbagai latar belakang mulai dari pejabat pemerintahan, seniman, pebisnis, filantropis, penulis, hingga atlet dan pemerhati masalah sosial. Acara yang dihelat oleh Perpustakaan Nasional RI dan ipusnas ini turut dihadiri oleh Mufidah Jusuf Kalla, Erni Tjahjo Kumolo, Martha Tilaar, Dewi Motik Pramono, Miranda S Goeltom, dan tokoh perempuan lainnya. 

Gerakan Ibu Bangsa sendiri merupakan inisiasi Perpustakaan Nasional dalam rangka meningkatkan minat baca masyarakat terutama Kaum Ibu sekaligus dalam upaya bersama Perpustakaan Nasional mengajak masyarakat memerangi ujaran kebencian dan narasi negatif yang beredar tanpa batas terutama di media nasional. Dengan banyak membaca, para perempuan pembaca diharapkan mampu memperluas wawasan dan menambah pengetahuannya, jadi tidak mudah menyerap informasi tanpa sumber yang jelas.(*)

Kategori: