Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on December 29, 2014

Jakarta, 29 Desember – Menteri Koordinator Bidang pembangunan Manusia dan kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla terbang ke Surabaya, Jawa Timur, pada hari ini, Senin (30/12/2014). Wapres akan mengunjungi Crisis Center AirAsia di Terminal II Bandara Juanda Surabaya, untuk  mengecek langsung pendataan penumpang serta kondisi keluarga penumpang AirAsia QZ8501 yang hilang kontak sejak Minggu (29/12/2014) pagi.

Sesuai agenda, Wapres dan rombongan menuju Bandara Juanda Surabaya pada pukul 13.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, Wapres juga akan didampingi sejumlah menteri Kabinet Kerja, di antaranya Menteri Perhubungan Ignatius Jonan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla berempati kepada seluruh pihak yang tertimpa musibah pesawat Air Asia QZ 8501. Karena itu, acara tutup tahun yang sedianya dijadwalkan ke Bali tanggal 30 Desember 2014 ditiadakan sebagai penghormatan JK kepada seluruh penumpang dan keluarganya serta awak pesawat yang masih dalam pencarian.

Husain Abdullah, Juru Bicara Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir laman Tribun News,  menyatakan, selain acara tutup tahun di Bali, kunjungan tersebut mulanya akan dirangkaikan pertemuan dengan beberapa menteri serta deputi dari Kantor Wapres. Namun rapat tersebut juga akhirnya dijadwalkan ulang.

"Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, berharap para penumpang dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dan kepada seluruh pihak yang membantu pencarian, M. Jusuf Kalla, menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tinggi. Kepada para Tim Pencarian, Pak JK berharap dapat bekerja lebih cermat dan teliti," demikian keterangan Husain, Senin (29/12/2014).

Secara khusus kepada seluruh keluarga penumpang dan awak pesawat, Wakil Presiden RI, M. Jusuf Kalla menyampaikan bahwa pemerintah akan mengerahkan segenap kemampuan untuk melakukan pencarian.

Pada Minggu (28/12/2014) sore, Wapres menyampaikan keterangan pers mengenai insiden AirAsia ini. Ia menyatakan bahwa AirAsia kemungkinan mengalami kecelakaan karena hingga sore hari kemarin terhitung sudah 10 jam pesawat tersebut hilang kontak. Atas kejadian ini, Wapres menyampaikan keprihatinan dan duka cita pemerintah. Ia pun memerintahkan Badan SAR Nasional bersama dengan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara untuk mengerahkan kemampuan dan peralatan penuh dalam mencari AirAsia QZ8501 baik di darat mau pun di laut.

Wapres juga menyatakan pemerintah menerima tawaran dari Australia, Malaysia, dan Singapura untuk ikut melakukan pencarian. Pemerintah, menurut KAlla, akan mengoptimalkan sejumlah anggaran untuk mendukung pencarian pesawat AirAsia rute Surabaya-Singapura tersebut.

Hilang kontak

Pesawat AirAsia QZ8501 hilang kontak dalam penerbangan dari Surabaya menuju Singapura, Minggu (28/12/2014) pagi. Pada Minggu (28/12/2014) malam, upaya pencarian dihentikan karena kekhawatiran atas kondisi cuaca buruk.

Dalam rilisnya kemarin, Kementerian Perhubungan menyebutkan pesawat diperkirakan jatuh di perairan Tanjung Pandan dan Pontianak.

Pesawat tersebut mengangkut 155 penumpang dan 7 kru, yang sebagian besar berasal dari Indonesia. Sementara, warga asing yang terdapat dalam penerbangan tersebut di antaranya warga negara Malaysia, Singapura, Korea Selatan, Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat.(Tn/Gs).