Jakarta(08/08)--Menteri Koordinator Bidang Pembangunaan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, pagi ini berikan kuliah umum berthemakan Nasionalisme dan Patriotisme di Akademi Bela Negara(ABN) kepada Para kader Partai Nasional Demokrat (Nasdem) di Pancoran, Jakarta Selatan. Kuliah umum bertajuk “Revolusi mental dan Kesejahteraan Sosial," ini, menurut Menko PMK sangat relevan disampaikan untuk merespon persoalan-persoalan di bidang sosial, ekonomi, dan budaya yang saat ini dihadapi oleh bangsa Indonesia.
Gubernur Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat, I Gusti Kompyang Manila, pada welcoming speech mengatakan bahwa kegiatan perkuliahan ini sudah berlangsung selama tiga minggu dan diikuti oleh peserta dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia. Lebih lanjut Deputi I Bidang Akademik ABN menambahkan, bahwa dalam kegiatan ini terdapat 48 mata kuliah yang terdiri dari aspek kerpribadian, aspekkepartaian, dan aspek kebangsaan.
"Pada saat ini, Pembangunan Nasional Indonesia sedang diarahkan untuk mempercepat pencapaian kualitas hidup rakyat, peningkatan sektor unggulan, dan pemerataan pembangunan antarwilayah. Pembangunan tersebut dijalankan dengan berorientasi pada visi untuk menjadikan Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan gotong royong," tutur Menko PMK mengawali kuliah umumnya. Mengutip dari pidato Soekarno, Menko PMK mengatakan bahwa, Pembangunan karakter bangsa merupakan modal utama dalam mengantarkan pembangunan nasional sampai kepada tujuannya. "Keahlian saja tanpa dilandaskan pada Jiwa yang besar, tidak akan dapat mungkin mencapai tujuannya. Sekali lagi saya katakan mutlak perlunya, nation and character building," tegas Menko PMK. Pemerintah menjadikan Gerakan Nasional Revolusi Mental sebagai agenda pembangunan yang strategis, sebagai upaya dalam membangun nation and character building.
Pembangunan karakter bangsa selain ditempuh melalui pendidikan formal, keteladanan, kehadiran negara yang berwibawa, juga melalui praktek-praktek yang dapat memperkuat jiwa bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan bergotong royong. Menko PMK berharap, melalui pendidikan di Akademi Bela Negara Partai Nasdem ini, akan dapat memperluas kader-kader bangsa yang bermartabat, berkemajuan, dan berjiwa gotong-royong. Dengan jiwa bangsa yang demikian, maka akan dapat membawa pembangunan nasional untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian berlandaskan Pancasila. "Selamat menimba ilmu di sini. Karena kawah candradimuka yang sebenarnya adalah saat kita terjun langsung di lapangan," tutup Menko PMK.
Hadir dalam kesempatan ini, Gubernur Akademi Bela Negara Partai Nasional Demokrat, I Gusti Kompyang Manila; Deputi I Bidang Akademi Bela Negara partai Nasional Demokrat; Para Dosen; dan Peserta Kuliah Umum Kader Partai Nasional Demokrat. Turut pula mendampingi Menko PMK, Sekretaris Kemenko PMK Y.B. Satya Sananugraha; Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono. (fin)
Kategori: