Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on May 25, 2016

Bandung (25/05)--- Menko PMK, Puan Maharani, menghadiri acara pemberian Gelar Honoris Causa oleh Universitas Padjadjaran, Bandung kepada Presiden RI ke-5 sekaligus Ibunda Menko PMK, Hj. Megawati Soekarnoputri, di Graha Sanusi Hardjadinata, Universitas Padjadjaran, Bandung. Gelar kehormatan ini diberikan kepada Bu Mega atas sumbangsihnya terhadap dunia politik dan pemerintahan di tanah air.

Mantan Presiden bernama lengkap Diah Permata Megawati Setiawati Soekarnoputri ini dalam orasi ilmiahnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran menteri yang dulu bekerja semasa kepemimpinannya. Megawati juga menegaskan kembali berbagai ide serta pemikirannya terhadap kemajuan bangsa dan kesejahteraan rakyat.

Beliau juga mengimbau agar para pemikir yang berasal dari kampus untuk tidak mengurung diri di “menara gading” pendidikan tinggi. Mereka ini yang kemudian disebutnya dengan istilah para pemikir “organik.” “Ilmu tidak hanya untuk ilmu. Ilmu harus berguna bagi kemanusiaan, bermanfaat bagi kepentingan bangsa dan negara. Ilmu dan semangat para pemikir dapat digunakan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat di bidang politik, berdikari secara ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan.”

“Sudah saatnya pula ide, pemikiran, dan gagasan Bung Karno dihidupkan kembali dan menjadi bintang penuntun bagi kita semua. Jangan hanya karena masalah-masalah politik berbagai konsepsi penting dari Bung Karno dan para pendiri bangsa lainnya hanya dibuang.” Demikian papar Megawati.

Orasi ilmiah itu kemudian digunakan Megawati untuk berkilas balik dan mengklarifikasi segala kebijakannya semasa menjabat sebagai orang nomor satu di Indonesia waktu itu. Dirinya menjabarkan segala persoalan dan keputusan yang diambilnya terutama untuk masalah krusial seperti sengketa kepemilikan Pulau Sipadan dan Ligitan, proyek LNG Tangguh antara Indonesia dan China, serta kasus Pulau Nipah. Untuk masa mendatang, Megawati mengungkapkan pikirannya tentang pemanfaatan energi, kebijakan pelestarian alam melalu penolakan upaya reklamasi, dan isu perubahan iklim.  

Di ujung orasinya, Megawati menyerahkan buku berisi pemikrian Bung Karno (‘Di Bawah Bendera Revolusi’)  dan dokumen lengkap Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana kepada Universitas Padjadjaran untuk dijadikan bahan pembelajaran dan kajian.

Oleh Wapres RI, Jusuf Kalla, Megawati dinilai sudah sangat layak diberikan gelar kehormatan ini. “Karena di masanya, pertumbuhan ekonomi juga melambat tetapi beliau dengan segala kebijakannya mampu bertahan bahkan perlahan mulai bangkit. Sebagai Presiden, waktu itu Bu Mega menjalankan semua tugasnya dengan baik. Ini yang patut kita contoh, terutama untuk generasi muda.”

Selain Wapres, acara ini juga dihadiri oleh jajaran menteri Kabinet Kerja Jokowi – JK, para mantan menteri di kabinet semasa pemerintahan Megawati (Kabinet Gotong Royong—red), para petinggi PDI-P, kader seluruh Indonesia, mahasiswa, dan media.

Editor: Deni Adam Malik

Reporter/Fotografer : Siti Badriah

 

Kategori: