Yogyakarta (23/5) – Menko PMK, Puan Maharani siang ini mendampingi Presiden Joko Widodo dalam acara pembukaan “Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan” yang berlangsung di Sportarium kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Selain Menko PMK, hadir pula Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan; Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin; Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nasir; Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin; dan sejumlah tokoh nasional lainnya.
Pada kesempatan itu, Presiden memberikan contoh Korsel sebagai negara yang baru saja dikunjunginya pekan lalu yang mengawali pembangunan dalam kurun waktu yang sama dengan Indonesia tetapi kini telah melesat jauh meninggalkan Indonesia.
“Mereka terbuka dan berlomba-lomba untuk berinovasi dan mereka berlomba-lomba untuk mengejar kemajuan dan mereka karena terbuka mereka berani bersaing dengan negara lain,” kata Presiden.
Korsel, kata Presiden, pada era 1950 hingga 1970-an kurang lebih sama kondisinya dengan Indonesia. Negara itu memasuki masa industrialisasi pada 1970-an sama dengan Indonesia yang mulai membangun industri misalnya mengembangkan PT Pal pada tahun yang sama.
“Kemudian kita lihat dari sejarah itu apa pelajaran yang bisa kita petik, di sana. Di sana memulai, di sini juga mulai, di sana (mengembangkan) pertanian di sini juga kita pertanian. Namun pada dekade berikutnya Korea menjadi raksasa ekonomi dunia dengan GDP luar biasa dari kita,” kata Presiden lagi. Padahal, lanjut Presiden, Indonesia adalah negara besar, sebuah kapal besar, dengan penduduk 252 juta jiwa dan 17.000 pulau sebagai anugerah Tuhan kepada bangsa Indonesia. “Kita punya anugerah yang diberikan Allah kepada kita berlimpah sumber daya alam kita kenapa kita bisa ditinggal oleh mereka?”
Konvensi Nasional Indonesia Berkemajuan rencananya akan digelar hingga tanggal 24 Mei 2015. Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan akan menutup konvensi ini.
Editor : Siti Badriah
Reporter : Dwi Prasetya Anindito
Fotografer : Achmad Soleh
Kategori:
