Jakarta (11/9) --- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, pagi ini hadiri Sidang Senat Terbuka dalam rangka pengukuhan Guru Besar Ilmu Krimonologi di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian kepada Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly. Yang berlangsung di Auditorium Mutiara STIK-PTIK, Jakarta.
Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul “Dampak Cyber Bullying dalam Kampanye Pemilu Terhadap Masa Depan Demokrasi di Era 5.0”, Yasonna mengajak para hadirin untuk mengenang peristiwa tragedi serangan teror 11 September 2001 di dua menara kembar World Trade Center (WTC), New York, Amerika Serikat. Dalam orasinya Yasonna juga menyerukan pesan perdamaian dunia untuk tidak tercerai berai, bersatu merajut tali kasih dan damai. Selain itu, Dia mengingatkan untuk terus menciptakan kedamaian dan melakukan kebaikan serta bekerjasama menghapuskan tindak kerjahatan termasuk terorisme, jangan sampai tragedi 9/11 muncul kembali dalam sejarah kejahatan lainnya.
Wakil Presiden Jusuf Kalla juga memberikan sambutan tentang perubahan gaya hidup akibat perkembangan cyber. Wapres menekankan pengaruh cyber di dunia politik juga signifikan dan berdampak pada dunia kriminalitas karena itulah, kepolisian harus lebih menguasai siber ini daripada para kriminal. Hadir dalam Sidang Senat ini Presiden Republik Indonesia ke-5, Megawati Soekarnoputri; Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri; Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti; Menteri Agraria dan Tata Ruang, Sofyan Djalil; Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo; Ketua Badan Cyber, Djoko Setiadi; Ahmad Basarah; Muhaimin Iskandar; serta beberapa perwakilan lainnya.
Kategori:
