Surakarta (14/08)—Saat ini pembangunan nasional masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemajuan kapabilitas sumber daya manusia Indonesia. Salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat peningkatan keterampilan sumber daya manusia Indonesia adalah melalui program peningkatan kualitas pendidikan kejuruan atau Revilitasi Vokasional. Demikian yang diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani, pada saat melakukan kunjungan kerja di SMK Negeri 2 Manahan, Solo. Hadir dalam kesempatan ini, Kepala Dinas Pendidikan di Kota Surakarta, Para Pemerintah Daerah Kota Surakarta, para Pejabat di lingkungan pendidikan dan kebudayaan dari pusat dan daerah, para Kepala Sekolah Kejuruan/SMA, serta hadirin lainnya.
Sebagai suatu jenis pendidikan yang bertujuan menghasilkan lulusan yang siap kerja dan berusaha, kurikulum dan proses pembelajaran pendidikan kejuruan haruslah memberikan porsi yang lebih besar kepada praktek keterampilan, serta memiliki daya adaptasi yang baik terhadap perkembangan teknologi yang cepat. "Ke depan, SMK harus di prioritaskan dan fokuskan terhadap jurusan yang benar benar dibutuhkan," tegas Menko PMK. Dalam hal ini, peran Guru juga dinilai penting dalam mencetak lulusan SMK yang berkualitas. Menko PMK juga menegaskan bahwa sekolah-sekolah SMK harus mempertajam fungsi dan perannya dalam mempersiapkan siswa-siswinya agar dapat memiliki keterampilan tertentu yang dapat langsung bermanfaat untuk memasuki dunia kerja.
Menko PMK menghimbau kepada para guru di SMK N 2 agar turut memantau bantuan uang KIP yang diberikan pemerintah. "Saya minta para guru juga ikut memantau agar bantuan KIP yang di terima para siswa harus benar-benar di manfaatkan untuk kebutuhan sekolah seperti membeli buku, sepatu, tas, dan lainnya."
Sementara itu, Kepala Sekolah SMK N 2 Manahan, Suratno , melaporkan, 73 persen siswa lulusan SMK N 2 manahan terserap di dunia industri, sebagian ada yang melanjutkan kuliah dan sebagian lagi berwirausaha. Ke depannya siswa SMK N 2 Manahan juga siap mengembangkan mobil listrik. Ia jg mengatakan bahwa tenaga pendidik di sekokahnya adalah tenaga yang profesional.
Dalam kesempatan ini Menko PMK juga menyerahkan bantuan simbolis kepada Kepala Sekolah SMK N 2 Manahan, berupa 10 buah lapotop. Selain itu Menko PMK juga meninjau sarana dan prasarana yang ada di SMK N 2. Di ruang permesinan, Menko PMK berbincang dengan salah satu siswa bernama Akbar tentang cara mengoperasikan mesin bubut dan pres. Selanjutnya Menko PMK melanjutkan peninjauannya di bengkel otomotif yang ada di SMK N 2 Manahan. Budi Martono, selaku salah satu guru di SMK N 2 ini menjelaskan tentang progres pengembangan mobil listrik yang akan di kembangkan. Dijelaskannya, progres kedepan dengan Kementerian Pendidikan, dapat mengembangkan kendaran masal berbasis listrik yang ramah lingkungan.
Lokasi terakhir yang di tinjau oleh Menko PMK adalah pusat Air minum RO dari tenaga solar sel yang dibagi menjadi air minum dan dapat langsung di konsumsi ataupun sebagai air wudhu yang kemudian disalurkan di sekolah ini. Turut mendampingi Menko PMK dalam kesempatan ini, Staf Ahli Bidang SDG's pasca 2015 Kemenko PMK, Ghofur Akbar Dharma Putra; serta Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Agus Sartono. (fin)
Kategori: