Landak (26/2) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Puan Maharani melaksanakan Kunjungan Kerja (Kunker) di Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat dengan membuka Kemah Pramuka Revolusi Mental sekaligus bersilaturahmi dengan masyarakat penerima manfaat program bantuan sosial pemerintah. Kegiatan dilaksanakan di GOR Patih Gumanthar Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (26/2).
Mengawali sambutannya, Menko PMK menyampaikan apresiasinya kepada pemerintah Kabupaten Landak yang telah mengumpulkan masyarakat Landak di GOR Patih Gumanthar. “Mengumpulkan orang sebanyak ini di Kabupaten Landak tidak mudah, perlu kerja sama dan gotong royong dari semua pihak. Bangga dan terharu kedatangan saya disini bisa bertemu masyarakat Landak sebanyak ini,” katanya.
Menko PMK juga menyampaikan apresiasi kepada Pangdam XII Tanjungpura yang ikut berpartisipasi dalam Kemah Revmen. “Ini kemah revolusi mental yang terbaik yang pernah saya lihat karena boleh pakai tendanya dari Panglima,” ujarnya.
Menurut Menko PMK, seharusnya setiap acara antara pemerintah pusat dan daerah harus saling dukung, saling koordinasi, dan saling gotong royong. Karena semua posisi yang ada disini semuanya bekerja untuk bangsa dan negara.
Menko PMK mengatakan, Kemah Pramuka Revolusi Mental ini, merupakan bagian dari upaya kita bersama di dalam memperkuat partisipasi generasi muda dalam memajukan indonesia. Revolusi Mental, lanjut Menko PMK, merupakan gerakan budaya untuk Kemajuan, merubah dari yang buruk menjadi lebih baik.
“Membangun budaya yang maju membutuhkan komitmen dari kita semua,” ujar Menko PMK.
Contoh nyata dari Gerakan Nasional Revolusi Mental, menurut Menko PMK, dapat dilihat dari penyelenggaraan Asian Games Dan Asian Para Games 2018 yang lalu, di Jakarta dan Palembang. “Kita pertama kali menjadi tuan rumah Asian Games tahun 1962, dan 57 tahun kemudian kita baru bisa menjadi tuan rumah lagi,” ungkapnya.
Menko PMK, melanjutkan bahwa persiapan Asian Games tersebut hanya ada waktu 2,5 tahun. Dan dalam waktu 2,5 tahun tersebut kita harus meraih tiga sukses, sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, dan sukses ekonomi. “Alhamdulillah sewaktu opening dan closing Asian Games mendapatkan apresiasi positif dari banyak negara peserta,” ucapnya.
Disisi sukses prestasi, Menko PMK, menceritakan bagaimana target yang ditetapkan presiden agar masuk 10 besar. “Alhamdulillah target 10 besar meleset, kita malah berada di urutan ke-4 dengan memperoleh 31 mendali emas,” jelasnya.
Menurut Menko PMK, kesuksesan dalam Asian Games dan Asian Para Games 2018, telah menunjukan kepada dunia bahwa Indonesia adalah negara besar, yang maju, berbudaya, dan berprestasi. Ini penting dan harus diketahui adik-adik Pramuka bahwa Indonesia telah membuat presentasi yang gemilang di bidang olahraga. Dan saat ini presiden Jokowi sudah memulai proses untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.
Di dalam gerakan Pramuka, Menurut Menko PMK, ditanamkan rasa setia kawan, peduli lingkungan, gotong royong, disiplin, tertib, sopan santun, dan lain sebagainya, yang merupakan nilai-nilai yang akan memperkuat perubahan budaya bangsa menjadi lebih baik.
“Inilah semangat Revolusi Mental, yaitu menjadi pelopor perubahan yang lebih baik. Kalau bukan kita yang memulai perubahan tersebut, siapa lagi yang akan melakukannya? Kita tidak bisa menunggu orang lain,” ujar Menko PMK.
Menko PMK berpesan kepada adik-adik Pramuka, agar bekali diri dengan banyak belajar, banyak membaca, buka wawasan, bergaul dengan positif, kuasai teknologi, bermain gedget jangan untuk
menyebar hoax, ber-keterampilan, tanamkan jiwa kebangsaan dan rasa cinta tanah air, serta persiapkanlah diri kalian agar menjadi Generasi Muda yang hebat.
Menko PMK juga berkesempatan bersilaturahmi serta berdialog dengan peserta Kemah Pramuka Revolusi Mental dan masyarakat penerima manfaat program bantuan sosial dari pemerintah serta secara simbolis memberikan KIP, KIS, PKH, PMT bagi Ibu hamil dan Balita, memberikan bantuan bibit tanaman, alat-alat pertanian, bantuan sarana prasarana pendidikan, dan lain sebagainya.
“Pemerintah selalu berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan Saya harapkan agar seluruh bantuan yang telah diberikan Pemerintah dapat digunakan sebaik-baiknya, untuk meningkatkan kesejahteraan dalam keluarga,” kata Menko PMK.
Diakhir acara, Menko PMK menerima cinderamata dari Pangdam XII Tanjungpura serta melakukan tarian flashmob bersama seluruh peserta kemah Pramuka Revmen, Bupati, Pangdam XII Tanjungpura Wakapolda Kalbar dan Komandan Lantamal XII Pontianak.
Hadir dalam acara, Bupati Landak Karolin Margret Natasa, Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Ahmad Supriyadi, Komandan Lantamal XII Pontianak Laksamana TNI Gregorius Agung, Wakapolda Kalimantan Barat Brigjen Pol Sri Handayani, para Andalan Nasional Gerakan Pramuka, serta masyarakat kabupaten Landak penerima manfaat program bantuan sosial.
Kategori:
