Jakarta (03/02) -- Menko PMK, Puan Maharani, pagi tadi menerima Audiensi BPOM RI terkait Capaian Kinerja 2016 dan Program Prioritas BPOM Tahun 2017 di Ruang Rapat Menko PMK, Kemenko PMK, Jakarta. Dalam kesempatan ini, Menko PMK juga mendengarkan laporan terkait Inpres dan Perpres tentang BPOM serta RUU Pengawasan Obat dan Makanan yang disampaikan Kepala BPOM, Penny Kusumastuti Lukito.
Sejumlah hal disampaikan dalam audiensi kali ini, pertama terkait tantangan pengawasan obat dan makanan yang melibatkan lintas sektoral. Mengenai hal ini, BPOM mengharapkan arahan dari Menko PMK terkait strategi yang diperlukan dalam pengawasan obat dan makanan. Hal yang kedua adalah terkait dukungan penguatan kewenangan melalui regulasi. BPOM berharap adanya dukungan dari Menko PMK untuk pelaksanaan perpres baru tentang BPOM. Perpres ini nantinya diharapkan dapat memperkuat peran BPOM dalam mengawasi keamanan obat dan makanan yang beredar di masyarakat.
Dalam kesempatan ini, BPOM juga mengenalkan program Gerakan Masyarakat Sadar Pangan (GEMA SAPA) yang akan diluncurkan oleh BPOM. Gerakan ini terdiri atas tiga hal yaitu Pangan Jajan Anak, Desa Pangan Aman, dan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya. Terdapat 5000 Pangan Jajan anak sekolah yang ditargetkan oleh BPOM di tahun 2017. Pangan jajan anak ini bertujuan untuk mengajak masyarakat dalam menciptakan jajanan yang aman bagi anak-anak terutama di lingkungan sekolah, sementara untuk Desa aman pangan dan pasar aman dari bahan berbahaya, BPOM menargetkan sebanyak 100 Desa pangan aman dan 139 pasar yang akan diupayakan dibentuk tahun 2017 ini. BPOM juga akan meningkatkan peran Balai POM sebagai upaya dalam pengawasan peredaran makanan dan obat yang aman di 33 provinsi di Indonesia terutama di daerah yang tingkat keamanan obat atau makanannya masih rawan. Balai-Balai POM itu nantinya akan dibentuk di setiap kabupaten/kota.
Sebagai lembaga yang sangat strategis untuk mengawasi keamanan makanan dan obat, Menko PMK meminta setiap makanan dan obat yang beredar di masyarakat harus mendapat license dari BPOM. Menko PMK juga mengarahkan agar Program GEMA SAPA milik BPOM dapat dikolaborasikan dengan Program GERMAS."Saya harapkan Program GEMA SAPA ini dapat integrasikan dengan Program GERMAS yang sejauh ini sudah menjadi komitmen dari 21 K/L lainnya," Jelas Menko PMK.
Kategori: