Foto :
- Kristian Suryatna
Yogyakarta (18/11) -- Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Muhadjir Effendy menghadiri dan menyampaikan testimoni pada perayaan Milad Muhammadiyah Ke-107 tahun dan perayaan 100 tahun Taman Kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal. Acara dilaksanakan di Sportorium Universitas Muhammadiyah, Yogyakarta Senin malam (18/11).
"Muhammadiyah salah satu organisasi tertua yang sudah lahir sebelum Indonesia merdeka punya pengalaman yang panjang untuk memberikan peran, memberikan dharma bhakti yang tak ternilai harganya untuk negara tercinta ini," demikian testimoni yang disampaikan Menko PMK.
Menurut Menko PMK, Muhammadiyah telah memantapkan posisinya sebagai kekuatan yang mengedepankan ukhuwah Islamiyyah sekaligus juga semangat kesatuan dan persatuan Republik Indonesia. Dengan dideklarasikannya atau statement of mind pada waktu muktamar di Makassar, Muhammadiyah telah berbaiat bahwa Indonesia adalah negara Pancasila dan negara Darul Ahdi wa Syahadah atau negara kesepakatan dan persaksian.
"Artinya Muhammadiyah tidak ada pilihan lain kecuali berada di dalam kesepakatan itu dan Muhammadiyah juga tidak ada pilihan lain kecuali bersaksi bahwa tidak ada negara di wilayah yang kita cintai ini kecuali Negara Kesatuan Republik Indonesia," tegas Menko PMK.
Muhammadiyah, kata Menko PMK, tidak pernah mencanangkan bahwa NKRI harga mati tetapi Muhammadiyah telah teruji berapa kader-kader Muhammadiyah yang mendharma baktikan nyawanya untuk kepentingan NKRI.
"Sekali lagi Muhammadiyah jangan lelah untuk memberikan yang terbaik untuk bangsa ini dan jangan lupa Muhammadiyah adalah organisasi pembaharuan, sekarang tantangannya adalah jangan sampai Muhammadiyah kehilangan kepeloporannya ditengah-tengah percaturan bangsa yang semakin rumit. Muhammadiyah harus tampil sebagai moderasi, sebagai jangkar, sebagai pemersatu, sebagai lem perekat dari seluruh kekuatan-kekuatan yang ada di Indonesia," kata Menko PMK.
Hadir dalam perayaan Milad, Mendikbud Nadiem Makarim Anwar; Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X; Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir; Ketua PP Aisyiyah Siti Noordjannah Djohantini; dan Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu.
Kategori:
