Jakarta, 21 Desember - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, optimistis perekonomian Indonesia tumbuh pada tahun 2016. Ia menilai, Indonesia akan menjadi bangsa besar meski pada tahun 2015 ekonomi mengalami gangguan.
Menko PMK seperti dilansir laman Tribunnews, menuturkan, perekonomian Indonesia dapat dilakukan dengan memperkuat akses keuangan ke seluruh wilayah. Menurutnya, peningkatan akses keuangan akan berdampak pada peningkatan ekonomi mikro di daerah. Tujuannya, mempersiapkan masyarakat yang cerdas di sektor keuangan.
"Insya Allah berhasil sebagaimana yang kita harap, saya sangat optimis walaupun secara perlahan," ujar Puan saat acara Pasar Keuangan Rakyat (PKR) di Jakarta International Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/12/2014).
Puan menambahkan, permasalahan pertumbuhan ekonomi yaitu kesenjangan sosial tinggi terhadap permodalan. Ia berpendapat, masyarakat sangat membutuhkan kesejahteraan di sektor keuangan. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan rakyat merupakan program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Pertumbuhan ekonomi yang rata-rata konsisten di atas 5 sampai 6 persen belum mempengaruhi kegiatan ekonomi ke bawah karena kecilnya akses permodalan bagi masyarakat bawah," ucap Puan.
Cerita Menteri Puan: Mbok-mbok di Pasar Taruh Uang di Kantong Plastik
Sementara itu dalam pidato pembukaan, Puan bercerita soal masih minimnya pengetahuan masyarakat Indonesia soal akses layanan perbankan.
Menko PMK seperti dilansir laman Detiknews, menjelaskan, akses dan edukasi jasa layanan perbankan belum menyentuh ke semua lapisan masyarakat, khususnya masyarakat kecil. Hal dibuktikan Puan saat melakukan blusukan ke pasar-pasar trandisional.
Ia menemukan, ada pedagang yang disebutkan 'mbok-mbok; penjual, yang memiliki uang jutaan rupiah, namun memilih menyimpannya di tas plastik.
"Mbok di pasar, uangnya banyak dan ditaruh di kantong plastik (kresek) lalu disimpan di ketiak. Saya tanya dong, ini apa Bu? Dia jawab ini uang. Berapa jumlahnya? Banyak Bu, ya bisa Rp 2 juta sampai Rp 5 juta," kata Puan pada acara yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (20/12/2014).
Pedagang kecil itu, lanjut Menko PMK, memiliki alasan menyimpan uangnya di luar perbankan. Umumnya mereka menilai adanya persoalan administrasi yang membuat mereka enggan menempatkan dananya di perbankan, atau lembaga keuangan lainnya.
"Saya lihat ke lapangan, banyak yang tidak tahu bagaimana uangnya disimpan melalui bank, karena ada ketakutan, persyaratannya ribet. Ini yang harus dicari solusinya," jelasnya.
Untuk itu, Menko PMK meminta kepada lembaga jasa keuangan untuk meningkatkan akses dan edukasi tentang jasa dan produk keuangan, agar semua level masyarakat bisa terlayani.
"Jadi bukan dia yang kunjungi perbankan, tapi kita harus kunjungi mereka," pungkasnya.(Tn/Dn/Gs).
Kategori: