Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on April 23, 2016

Jakarta (23/04) - Dalam pidatonya, mengawali acara Seminar Gerakan Perempuan Anti Korupsi yang digelar 'Saya, Perempuan Anti Korupsi (SPAK)' bekerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Australian-Indonesian Partnership for Justice (AIPJ) dan Dharma Wanita di Hotel Sari Pan Pacific, Sabtu (23/04/16), Menko PMK Puan Maharani menyatakan bahwa kiprah perempuan membantu mewujudkan Pemerintahan yang bersih, aparatur negara yang bebas KKN, serta birokrasi yang melayani sebagaimana cita-cita pemeritahan Jokowi-JK, sangat penting dan strategis.

”Perempuan memegang peranan penting dalam upaya bersama memberantas praktik-praktik korupsi dimanapun. KKN kini sering kali dianggap menjadi budaya dalam birokrasi dan aparatur negara”, ucap Menko PMK.

Perilaku dalam masyarakat seperti hidup konsumtif, memilih jalan pintas/instan, kebiasaan memberi upeti, rendahnya disiplin aparatur, dipercaya sebagai salah satu pemicu suburnya perilaku korup, tak hanya di lingkungan birokrasi, namun masyarakat pada umumnya. Kondisi inilah yang harus segera dirubah, jika tak ingin bangsa semakin terpuruk akibat korupsi.

Dalam konteks inilah, peran perempuan sebagai 'manajer' keluarga menjadi sangat strategis dan penting. Keluarga merupakan unit terkecil dalam kelompok masyarakat yang pertama kali menanamkan nilai-nilai etika, kedisiplinan, ketaatan, mengajarkan hidup sederhana, memegang teguh prinsip-prinsip kebaikan, serta membangun keteladanan.

"Ibu rumah tangga, wanita karir, dan para perempuan seluruhnya, kita semua mempunyai tanggungjawab yang sama yaitu mengatur rumah tangga dan keluarga, mengajarkan nilai dan prinsip kebaikan kepada anak-anak kita, memberikan pendidikan yang bagus serta menunjukkan contoh perilaku yang terpuji. Karenanya, gerakan anti korupsi harus dimulai dari setiap keluarga kita lebih dulu dan Ibu-ibu serta para perempuan menjadi ujung tombaknya", tegas Menko PMK.

Puan menilai, bahwa gerakan 'Saya, Perempuan Anti Korupsi' yang salah satu programnya adalah menyelenggarakan seminar dengan tajuk "Kekuatan Perempuan, Inspirasi Perubahan" ini selaras dengan program pemerintah Gerakan Nasional Revolusi Mental yang kini gencar disosialisasikan dan implementasikan. Selain Menko PMK, beberapa tokoh lainnya juga didaulat menjadi pembicara dalam seminar tersebut, antara lain : Menteri Agama, Lukman Hakim Saifudin dan Bupati Batang Yoyok Riyo Sudibyo. Adapun peserta seminar adalah pengurus Dharma Wanita Tingkat Pusat, Para isteri Gubernur yang sekaligus penasehat PKK Tingkat Provinsi maupun pengurus SPAK.

Dalam penutup sambutan, Menko PMK mengajak perempuan Indonesia untuk senantiasa kuat, berkarakter dan berintegritas guna berkiprah dalam pembangunan bangsa.

 

Reporter : Gampang Sunaryo

Fotografer : A. Wahyu A.