Rangkasbitung (17/2) - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadi Muljono, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Anggota BPK Rizal Djalil, dan Plt Seskemenko PMK Prof Agus Sartono saat meninjau jembatan gantung Bojong Apus, Kabupaten Lebak usai meresmikan 10 jembatan gantung di Kabupaten Lebak. Hadir pula Gubernur Banten Rano Karno, Kepala BPOM Roy Sparringa, serta tokoh masyarakat setempat.
Setelah cukup lama rusak, kini 10 Jembatan Gantung telah berhasil dibangun dan siap untuk dimanfaatkan. Adapun kesepuluh jembatan tersebut tersebar di beberapa lokasi yaitu: Kolelet Wetan, Ranca Wiru, Leuwi Loa, Cisimeut, Cigeulis, Cidikit, Cicariu, Bojong Apus, Cihambali, dan Cidadab. "Pembangunan ini merupakan wujud nyata Nawa Cita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Negara hadir untuk memenuhi kebutuhan utama rakyat, mewujudkan sarana dan prasarana yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat untuk kemudahan akses, memperlancar arus ekonomi dan sekaligus sebagai aktivitas sehari-hari perjalanan anak-anak ke sekolah," ujar Menko PMK.
Pada kesempatan ini, Menko PMK juga menyampaikan terima kasih kepada segenap pihak, khususnya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Pemerintah Daerah yang telah bekerjasama bergotongroyong mewujudkan pembangunan 10 jembatan gantung yang telah lama ditunggu masyarakat. "Semoga fasilitas umum ini dapat memberikan manfaat yang optimal, sehingga masyarakat semakin sejahtera," pungkas Menko PMK dalam memberikan sambutannya. Dalam kesempatan ini juga, Menko PMK menyalurkan sejumlah bantuan dari kementerian dan lembaga yang berada di bawah lingkup koordinasi Kemenko PMK bagi masyarakat tidak mampu di Desa Bojong Apus dan Kolelet Wetan. Adapun bantuan tersebut berupa alat permainan edukatif bagi anak sekolah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Al-Quran dari Kementerian Agama, alat pelayanan KB dari BKKBN, dan pelayanan mobil keliling pengecekan makanan sehat dari Badan POM. (Foto, Teks:Novico,Olivia, Humas Kemenko PMK)