Jakarta (11/08)--- Menko PMK, Puan Maharani hari ini memimpin langsung Rapat Koordinasi tingkat Menteri tentang Persiapan Penyelenggaraan Ibadah Haji tahun 1436 H/2015 M di ruang rapat utama lt.7 kantor Kemenko PMK, Jakarta. Rakor kali ini digelar untuk memastikan kesiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 2015 yang lebih baik, profesional, tertib, dan lancar. Selain itu, memastikan juga kesiapan layanan kesehatan para calon jamaah haji (calhaj) sejak dari tanah air, selama pelaksanaan haji hingga kembali ke tanah air lagi.
Perkembangan terkini dari Kemenag mencatat, calhaj asal Indonesia akan resmi diberangkatkan dari 13 embarkasi seluruh Indonesia pada 21 Agustus 2015, pelaksanaan Wukuf di tanggal 22 September, dan 28 September jamaah haji akan mulai dipulangkan ke tanah air. Proses pemulangan jamaah haji akan berlangsung hingga 28 Oktober mendatang.
Calhaj yang dipastikan berangkat ada sekitar 155.200 orang dari jalur reguler dan 13.600 orang dari jalur khusus. Mereka akan diberikan uang saku sebesar 1500 riyal atau sekitar $400 dollar. Musim haji tahun ini, jamaah haji akan dilayani dengan sarana transportasi berupa bus 'Shalawat' yang akan siap digunakan selama 24 jam penuh, terdapat di empat lokasi dengan 33 halte yang tersedia. Bus akan mengantar jamaah haji hingga ke lokasi terdekat dari penginapan menuju masjid Al-Haram di Kota Mekkah.
Dalam kesempatan rakor ini juga terungkap bahwa telepon pintar berbasis Android sudah dapat digunakan para calhaj untuk memperoleh bimbingan manasik terutama doa untuk Thawaf dan Sya'i dalam bentuk audio. Aplikasi bernama "Haji Pintar" itu juga memuat tentang peta berbagai lokasi penting di tanah suci yang dapat memandu jamaah haji selama melaksanakan ibadahnya.
Menkes, Nila F Moeloek, dalam laporan kesiapannya mengimbau para calhaj untuk tetap waspada akan bahaya wabah Mers-CoV. "Kalau perlu jauhi Onta, jangan datang ke peternakannya, apalagi minum susunya. Kami juga terus gencar kampanye mengenai wabah Mers-CoV, gaya hidup bersih termasuk kebiasaan mencuci tangan."
Menko PMK dalam penutupnya menegaskan keprihatinannya akan masalah kesehatan jamaah haji terutama yang sudah berusia lanjut. Menko PMK menekankan pula betapa pentingnya penggunaan masker, ketersediaan air bersih, dan juga antisipasi terhadap suhu udara yang panas. (IN)
Kategori:
