Solo, Jateng (01/04)--- Setelah Senin siang bersilaturahmi dengan para Pendamping PKH se-Solo Raya dan Sragen, pada Senin malam, Menko PMK, Puan Maharani, melanjutkan silaturahminya di Pondok Pesantren Al Qur’aniyy Az-Zayadiyy, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Menko PMK juga berkesempatan mengikuti doa bersama Mujahadah dan Istighotsah yang secara rutin diselenggarakan oleh Pondok Pesantren yang saat ini diasuh ole KH. Abdul Kariem ini.
Doa bersama ini, menurut Menko PMK, dapat memperkokoh persaudaraan sesama muslim Ukhuwah Islamiyah dan terpeliharanya persatuan dan kesatuan melalui persaudaraan sesama bangsa, Ukhuwwah Wathoniyah. Persatuan dan kesatuan, tanbahnya, harus senantiasa dirawat, jaga, dan pertahankan.
“Sebagai bangsa majemuk, semangat persatuan merupakan pilar utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Anugerah Allah SWT ini, haruslah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjaga, merawat, dan membangun agar memberikan kehidupan yang tenteram, sejahtera, dan beradab. Indonesia harus maju, diperhutungkan oleh bangsa lain. Kita kecil kalau kuat, akan kuat. Tapi kalau besar kemudian terpisah-pisah, tentu akan mudah dipecah belah,” tegasnya lagi.
Selain imbauan, Menko PMK juga meminta kalangan Pesantren berperan aktif dan berpartisipasi dalam pembangunan. Di samping itu, Menko PMK juga memaparkan keberhasilan pembangunan Pemerintahan Presiden Joko Widodo. Acara silaturahmi dan doa bersama ini turut dihadiri oleh Wakil Walikota Surakarta, Hj. Saraswati Purnomo; Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surakarta; Pengasuh Pondok Pesantren Al Muayyad, KH. Abdul Muid; Ketua Jamaah Muji Rosul Putra (Jamuro), KH. Idris Sofawi; Ketua jamaah Muji Rosul Putri (Jamuri), Hj. Sehah wal Afiyah; dan Para alim ulama, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. (*)
Foto : Tri Wahyu S
Kategori:
