Jakarta (27/11)--- Hubungan kerjasama dan kemitraan antara Jepang dengan Indonesia dipastikan akan terus dipelihara dengan baik. Setelah beberapa capaian saling menguntungkan itu diraih dalam beberapa dekade terakhir, hubungan bilateral ini sepakat dikukuhkan melalui dukungan Jepang terhadap berbagai upaya pembangunan manusia Indonesia yang maju dan unggul sesuai cita-cita pembangunan Periode Kedua Pemerintahan Joko Widodo - KH Ma’ruf Amin. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Jepang, Masafumi Ishii yang datang berkunjung ke Kantor Kemenko PMK RI, Jl. Medan Merdeka Barat No.3, Jakarta Pusat, Rabu pagi. Dubes Ishii dan rombongan diterima langsung oleh Menko PMK, Muhadjir Effendy di ruang rapat lt.8.
Keduanya langsung melakukan pembicaraan dan saling bertukar ide untuk menjajajaki peluang kerjasama kedua negara yang lebih luas lagi terutama di bidang pendidikan, teknologi, ekonomi, kemaritiman, kebudayaan, tenaga kerja terampil, dan sebagainya. Dalam courtesy call kali ini, Dubes Ishii didampingi oleh Menteri Perekonomian, Tadayuki Miyashita; Sekretaris Utama, Yusuke Takahashi; Peneliti, Takashi Sawada; dan Staf Humas Kedubes Jepang, Konomi Hoshi. Sementara Menko PMK juga didampingi oleh Seskemenko PMK, YB Satya Sananugraha; Deputi bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Tb Achmad Choesni; Deputi bidang Koordinasi Perlindungan Perempuan dan Anak, Ghafur Akbar Dharmaputra; dan Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana, Dody Usodo Hargo S.
Dubes Ishii dalam paparannya mengungkapkan banyak bentuk kerjasama yang telah dilakukan dengan Indonesia terutama peran Indonesia sebagai mitra dagang; Indonesia sebagai negara kedua terbesar dengan jumlah pelajar/mahasiswa yang kini tengah menempuh studi di Jepang; dan Indonesia sebagai negara Penerima Beasiswa dan Peserta Program Pertukaran Pelajar. Jepang tengah menjajaki perluasan pembelajaran Bahasa Jepang dengan mendatangkan langsung para Guru Bahasa asli Jepang ke Indonesia. Pembelajaran ini sendiri diketahui tidak hanya untuk kepentingan pendidikan tetapi juga para tenaga kerja yang siap dikirim ke Jepang.
Selain itu, Jepang akan terus belajar kepada Indonesia mengenai toleransi, di samping mendukung program pemberdayaan berbasis komunitas seperti di Pondok Pesantren dan upaya menangani kekerasan yang timbul akibat paham radikalisme dan ekstrimisme. Jepang, menurut Dubes Ishii, juga rutin menggelar acara Buka Puasa Bersama saat Bulan Ramadhan setiap tahunnya di Kantor Kedubes Jepang dan mengundang para tokoh dan pemuka agama Islam. Kegiatan semacam ini tidak lain adalah untuk memelihara persahabatan dan kerjasama saling bersepaham antarkedua negara.
“Terakhir, Jepang telah diminta membantu dan mendukung program pendidikan vokasi lengkap dengan kemitraan dengan berbagai perusahaan Jepang yang sedang beroperasi di Indonesia. Kami juga diminta membantu pembangunan konstruksi Universitas Internasional Indonesia,” kata Dubes Ishii.
Menko PMK dalam tanggapannya sangat mengapresiasi segala bentuk dukungan Jepanv terhadap Indonesia. Dalam kesempatan ini, Menko PMK mengajak Jepang untuk memperluas bantuan dan dukungannya kepada masyarakat yang ada di Papua dan Papua Barat. Khusus tentang paham radikalisme, Menko PMK mengaku memang butuh kehati-hatian dalam menanganinya apalagi Indonesia sebagai negara yang sangat beragam dan dengan jumlah penduduk yang mayoritas muslim. (*)
Kategori:
