Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on May 17, 2019

Jenewa (16/5) – Indonesia siap memberikan dukungan pada negara lain dalam meningkatkan strategi pengurangan risiko bencana, dengan berbagi pengalaman dan praktek baik. Hal itu disampaikan Menko PMK Puan Maharani dalam acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2019 di Jenewa, Swiss.

Berbicara dalam High Level Dialogue bertema ‘Advances Innational And Local Disaster Risk Reduction (DRR) Strategies-Toward Meeting The First of The Sendai Framework Targets,’ Menko Puan mengatakan, kerjasama antarnegara dan pihak lainnya di tingkat global memiliki peran penting dalam pengurangan risiko bencana. “Kita hanya memiliki sisa waktu kurang dari satu tahun untuk mencapai Target E Kerangka Sendai,sehingga saat ini kebutuhan untuk meningkatkan kerjasama dalam PRB (Pengurangan Risiko Bencana) semakin mendesak,” katanya.

Menko Puan juga mengajak negara-negara lain untuk terus meningkatkan kapasitasnya dalam mempersiapkan dan mengurangi risiko bencana sebagai satu kesatuan. Pada kesempatan itu pula, Menko Puan menegaskan, strategi PRB Indonesia berfokus pada empat elemen yang sesuai dengan Aksi Prioritas Kerangka Sendai.

Dalam kunjungan kerjanya ke Jenewa, Swiss mendampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla, Menko Puan mengikuti berbagai agenda pada Kamis (16/5) pagi ini. Selain berbicara di forum High Level Dialogue bertema ‘Advances Innational And Local Disaster Risk Reduction (DRR) Strategies-Toward Meeting The First of The Sendai Framework Targets,’ kamis (16/5) ini, Menko Puan juga mendampingi Wapres Jusuf Kalla saat bertemu dengan High Commissioner UNHCR, Mr. Filippo Grandi.

Menko Puan juga turut mendampingi Wapres saat bertemu dengan President International Committee of the Red Cross, Mr. Peter Maurer, Sekjen International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies, Mr. Elhadj As Sy serta dengan Dirjen International Organization for Migration, Mr. Antonio Vitorino.

Foto : Istimewa