Jakarta (28/2) – Staf Ahli Menko PMK Bidang Sustainable Development Goals (SDGs), Ghafur Dharmaputra memandu rapat konsolidasi internal antar Kedeputian terkait dengan akan diluncurkannya Rencana Aksi Nasional (RAN) SDGs. Rapat dilaksanakan di Jakarta, Senin (26/2).
Menurut Ghafur, peluncuran RAN SDGs oleh pemerintah merupakan tindak lanjut Perpres No. 59 Tahun 2017. Penyusunan RAN SDGs melibatkan seluruh pemangku kepentingan: pemerintah, swasta, lembaga filantropi, organisasi masyarakat sipil, media serta akademisi.
Lebih lanjut, Ghafur menjelaskan perkembangan terkini upaya nasional melaksanakan pencapaian SDGs termasuk menjabarkan matriks empat pilar pembangunan dalam Rancangan RAN termaksud. Disampaikan pula paparan hasil kajian SAM SDGs yang berisikan tentang pencapaian masing-masing Kedeputian dalam implementasi pencapaian SDGs seiring dengan pencapaian RPJMN hingga tahun 2017. Kajian juga memuat tantangan dan menyampaikan saran serta indikator yang harus dapat dicapai pada tahun 2018 dan selanjutnya.
Dijelaskan Ghafur bahwa implementasi pencapaian SDGs di Indonesia menjadi fokus utama sebagaimana tercermin pada political will dan urgensi Presiden turun langsung menjadi Ketua Dewan Pengarah Tim Koordinasi Nasional Pelaksanaan Pencapaian SDGs. Menko PMK duduk menjadi Wakil Ketua IV Dewan Pengarah.
Ditekankan bahwa konsolidasi dibutuhkan untuk menyiapkan keperluan internal dan antar Kedeputian maupun untuk ikut berperan dan berkoordinasi dalam Kelompok Kerja dan Sub Pokja dari Tim Pelaksana. Diilustrasikan pula pentingnya menjalin hubungan dan koordinasi dengan pemangku kepentingan dari dunia bisnis, filantropi, organisasi masyarakat sipil, akademisi, dan media.
Harapannya kedepan agar implementasi pencapaian SDGs dapat semakin menyentuh isu-isu yang kerap menjadi perhatian grassroot. Dengan demikian pada tahun 2030 Indonesia dapat menyelesaikan semua tujuan yang hendak dicapai dari awal disahkannya SDGs. (Sumber: SAM SDGs)
Kategori:
