Jakarta(26/11)--Keberadaan lansia sering dianggap beban dalam keluarga sehingga mereka kurang mendapat perhatian. Padahal peran dan perhatian keluarga sangat menentukan terbentuknya lansia tangguh. Untuk memberikan motivasi dan penguatan peran pemangku kepentingan dan masyarakat dalam penghormatan dan perlindungan serta pemenuhan hak bagi Lansia, pagi ini Kemenko PMK melalui Kedeputian bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial menggelar workshop motivasi, yang diselenggarakan di Mercure Hotel, Jakarta Pusat.
Deputian bidang Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Perlindungan Sosial, Kemenko PMK, Tb. Achmad Choesni dalam pembukaan workshop berharap melalui wokrshop ini dapat menggali value-value dari Lansia sehingga Lansia tidak hanya dipandang sebagai manusia yang menjadi beban keluarga atau beban pembangunan. "Workshop ini sangat banyak manfaatnya, berbicara mengenai lansia bukan hanya untuk bangsa dan negara tetapi juga untuk diri kita, karna saat ini kita sedang mempersiapkan diri menjadi lansia di masa mendatang", tutur Choesni.
Asisten Deputi Pemberdayaan Disabilitas dan Lanjut Usia, Kemenko PMK, Ade Rustama juga mengungkapkan bahwa, "Kita perlu prinsip kolaborasi dan menyamakan presepsi untuk mengubah paradigma yang tadinya memandang Lansia sebagai beban menjadi sebuah potensi". Dalam workshop motivasi ini menghadirkan narasumber dari kata hati institute Bapak Erbe Sentanu, dan acara dipandu oleh Bapak Adi Santika. Dalam motivasi ini, Lansia diharapkan menjadi salah satu motor penggerak perubahan mental di keluarga masing-masing. Lansia tidak hanya dipandang sebagai manusia yang menjadi beban keluarga atau beban pembangunan. Lansia menjadi pemimpin utama dalam memberikan nasihat dan himbauan agar anak cucu mereka melakukan perubahan yang fundamental, yaitu perubahan mental.
Turut hadir dalam kesempatan ini perwakilan dari Kemenkum HAM, Kemenaker, Kemendagri, Kemensos, Kemendikbud, BKKBN serta K/L lainnya
Kategori:
