Jakarta (1/8) – “Pemuda merupakan pelaku pembangunan dimasa depan yang memiliki peran strategis bagi kemajuan bangsa, jangan sampai hancur karena Narkoba, untuk itu perlu suatu sistem dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan narkoba”. Itulah salah satu pengantar yang disampaikan oleh Nyoman Suhida selaku Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan dihadapan peserta Rakor Peningkatan Kapasitas Pemuda Anti Narkoba di Jakarta.
Status indonesia saat ini masuk pada level darurat narkoba. Hal ini tidak lepas dari banyaknya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda, maka dari itu, Nyoman mengingatkan untuk menghadapi kondisi tersebut diperlukan beberapa hal khusus. Mulai dari anggaran khusus, pembentukan satuan petugas khusus, serta jangka waktu tertentu untuk mengatasi kondisi itu.
“Untuk itu diperlukan sinergi antar pemangku kepentingan, baik tingkat pusat maupun daerah agar program pelaksaan pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat berjalan efisien dan efektif” Jelas Nyoman.
Nyoman berharap dengan rakornas ini dapat menghasilkan beberapa rekomendasi program untuk pemberantasan narkoba.
“saya harap dengan pertemuan ini dapat menghasilkan beberapa rekomendasi usulan tindak lanjut, seperti standarisasi modul dan pola/skema pelatihan relawan/pegiat/kader dan juga terciptanya sinergi antar K/L terkait program pelaksanaan pencegahan dan pemberantasan narkoba dan mari berantas narkoba sampai ke akar-akarnya”. Harap Nyoman.
Rakornas tersebut diisi oleh beberapa paparan materi narasumber terkait pemberantasan dan pencegahan narkoba dari Kemenpora, Kemendagri, BNN, Kesbangpol Provinsi Bali dan Kesbangpol Si Junjung Sumatera Barat.
Rakornas dihadiri oleh perwakilan K/L terkait seperti Kemendagri, Kemenpora, BNN Pusat dan BNN Daerah, Kesbangpol Bali, Kesbangpol Sijunjung, dan beberapa Ormas pemuda anti narkoba.
Foto & Reporter : Faris
Kategori: