Jakarta (07/08) – PON dan PEPARNAS Papua 2020 merupakan hajat nasional yang diselenggarakan di Papua. Mengingat kekhususannya, Papua masih membutuhkan dukungan yang besar dari seluruh pemangku kepentingan, terutama Kementerian dan Lembaga terkait demi suksesnya penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua 2020.
Demikian disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, Rabu, 7 Agustus 2019 saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua 2020. Dalam paparannya, Nyoman Shuida menyampaikan bahwa Rapat bertujuan untuk membahas pending isu strategis yang terkait dengan penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua 2020. Dengan rapat tersebut diharapkan setelah usulan pembangunan venue dimasukan dalam rancangan INPRES Percepatan Persiapan Penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua 2020, serta masuknya 4 pembangunan venue PON dalam GOR DAK Kemenpora 2019, maka tidak ada lagi rapat yang membahas kesiapan venue pada tingkat pusat. Selanjutnya rapat akan fokus pada persiapan penyelenggaraan.
“ Yang menjadi pending issue terkait penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua 2020, pada rapat tersebut adalah akomodasi, konsumsi, transportasi, kesehatan, keamanan, upacara pembukaan dan penutupan, peralatan pertandingan, dan media center serta penyediaan jaringan internet ,“ ujar Nyoman. Pada prinsipnya seluruh Kementerian dan Lembaga yang terlibat dalam Inpres No. 10 tahun 2017, siap mendukung penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua Tahun 2020.
Terkait persiapan akomodasi, Pemprov Papua sudah mengidentifikasi ketersediaan prasarana akomodasi mulai dari hotel bintang 4 hingga penginapan. Namun standard yang ditetapkan dalam PON adalah akomodasi setingkat hotel bintang 3. Sementara itu Kementerian Kesehatan akan memberikan dukungan pelayanan kesehatan sebagaimana standard pelayanan saat penyelenggaraan Asian Games 2018. Untuk dukungan pengamanan, POLRI telah menyiapkan skenario fokus pengamanan di lokasi lokasi kegiatan mulai dari persiapan hingga selesai dan seluruh kontingen kembali ke daerah masing-masing.
Sementara itu, Kementerian perhubungan juga akan memberikan dukungannnya untuk transportasi kontingen di enam klaster lokasi penyelenggaraan PON dan PEPARNAS Papua 2020. Sedangkan untuk mengatasi mahalnya tiket dari dan menuju Papua, perlu didorong adanya kebijakan khusus dari kementerian BUMN. Untuk mendukung akses internet dan media center, Kementerian Kominfo sudah mengalokasikan anggaran khusus termasuk sosialisasi logo dan maskot PON dan PEPARNAS Papua 2020
Rapat kali ini melibatkan Deputi BPKP PIP Polhukam dan PMK, Kepala Biro Perencanaan Kemenpora, Bupati Mimika, Kadispora Pemprov Papua, dan perwakilan dari Kemenhub, Kemenkes, Kemenkominfo, KemenPUPR, Kemendagri, Kemenristek Dikti, Kemendikbud, Kemendag, TNI, POLRI, BASARNAS, dan LKPP.
Kategori:
