Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on December 07, 2014

Jakarta, 7 Desember Keputusan Menteri Kebudayaan, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah yang menghentikan pelaksanaan kurikulum 2013 di sekolah yang baru menerapkan satu semester, langsung direspon Dinas Pendidikan Jatim.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim Harun seperti yang dilansir laman Tribun News, akan mengumpulkan seluruh Kepala Dinas Kabupaten/Kota, Rabu (10/12/2014) untuk membahas hal ini.

“Kami akan mengelompokkan daerah-daerah mana saja yang siap melaksanakan K13 dan mana yang akan memakai kurikulum 2006 (kurikulum tingkat satuan pendidikan),” katanya kepada SURYA Online(Tribunnews.com Network), (6/12/2014).

Hasil pengelompokan inilah yang akan dipakai acuan untuk menentukan kebijakan selanjutnya, terutama dalam peningkatan mutu guru dan siswa.

Harun memastikan, meskipun  ada daerah-daerah yang akan kembali ke KTPS, program peningkatan mutu pendidikan dan peningkatan kompetensi guru dan siswa yang sudah direncanakan tahun 2015 akan terus berjalan.

“Mutu yang ingin dicapai kan sama saja, hanya materinya saja yang berbeda. Ini yang akan disusun kembali sesuai dengan pilihan daerahnya,” kata mantan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jatim.

Terkait buku K13 semester genap yang sudah dipesan sekolah, Harun meminta sekolah tidak panik.

Buku-buku ini tetap bisa disimpan meskipun sekolahnya kembali ke KTSP.  

Buku K13 ini  akan tetap digunakan jika sekolah sudah  merasa siap memberlakukan K13.

“Jangan khawatir, semua dibenahi dulu baru nanti melanjutkan K13 lagi,” katanya.

Kebijakan Menteri Anies Bikin Guru di Malang Kelimpungan

Sementara itu, Keputusan Pemerintah membatalkan pelaksanaan Kurikulum 2013 pada Jumat (5/12/2014) malam, membuat sejumlah guru kebingungan. Ini disebabkan pola dan materi mereka mengajar akan berubah, termasuk juga merubah kolom pengisian rapot siswa.

Salah seorang guru di sekolah menengah negeri Kota Malang mengungkapkan kekhawatiran itu pada Surya, Sabtu (6/12/2014) pagi. “Sekarang siswa sedang ujian. Materi ujiannya pun sudah di cetak, lalu kalau kurikulum ini dibatalkan, maka ujiannya pun harus berubah,” papar sumber yang menolak disebutkan namanya.

Begitu juga dengan kolom pengisian raport siswa. Menurutnya, kolom pengisian raport ini juga harus berubah seiring pemberlakuan aturan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tersebut. “Kalau mendadak, semua ini susah dilakukan,” paparnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Negeri Kota Malang, Tri Suharno. “Pendapat saya, ini akan membuat guru keribetan. Saat mereka sedang menyesuaikan kurikulum 2013, tiba-tiba diminta kembali ke kurikulum 2006. Ini tidak mudah,” kata Tri.

Karena itu Tri, mewakili sepuluh SMA Negeri di Kota Malang memastikan akan melanjutkan kurikulum 2013. Ini disebabkan ke sepuluh sekolah ini sudah menjalankan kurikulum terbaru itu selama 3,5 semester. “Apabila melihat keputusan yang dibacakan kemarin, maka kami tidak perlu memutus kurikulum itu,” tegas Tri.

Alasan yang lain juga disebabkan buku-buku kurikulum 2013 semester genap di seluruh jenjang sudah terlanjur tiba di Kota Malang. Buku-buku tersebut kini sudah disimpan masing-masing sekolah.

Begitupun dengan SMP Negeri dan SD Negeri. Kedua jenjang sekolah ini juga memastikan untuk melanjutkan kurikulum 2013, karena sudah berjalan 3,5 semester. "Saya pikir setiap SMP sudah siap untuk melanjutkannya," kata Wadib Su’udi, Ketua MKKS SMP Negeri, Sabtu.

Walaupun demikian, pernyataan Kepala sekolah SMPN 3 Kota Malang ini belum bisa menjadi acuan karena Dindik Kota Malang belum memutuskannya. “Kami masih menunggu keputusan dari Diknas,” kata Wadib.

Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dindik Kota Malang, Sri Atika menambahkan 196 SD Negeri di Kota Malang sebenarnya sudah siap melanjutkan kurikulum 2013, namun masih terkendala guru. Walau begitu, ini bukan masalah yang serius karena mereka masih didampingi oleh pembimbing Kurikulum 2013.

Sementara itu, Kasi Kurikulum DIndik Kota Malang, Budiono berharap seluruh sekolah bisa melanjutkan kurikulum 2013. Ini disebabkan kurikulum 2013 adalah kurikulum masa depan, serta seluruh sekolah di Malang juga sudah menerapkan kurikulum ini selama hampir 2 tahun.

“Ini hanya persoalan waktu saja. Semua sekolah pada akhirnya akan menerapkan kurikulum 2013,” katanya. Walau demikian, Budiono memastikan keputusan dari pusat hingga kini belum mereka terima. Oleh karena itu, seluruh sekolah kini diminta melanjutkan kurikulum 2013 sampai ada pertemuan lebih lanjut.

“Semua sekolah saat ini diminta melanjutkan kurikulum 2013 hingga ada putusan resmi dari Dindik Malang,” katanya. (Tn/Gs).

 

Kategori: