Jakarta 9/1 -- Saat ini pemerintah berupaya mempercepat proses pemulihan paska gempa bumi di Nusa Tenggara Barat akhir Juli 2018. Selain membangun infrastruktur utama seperti layanan kesehatan, pendidikan, sarana ibadah, salah satu proyek besar adalah membangun kembali rumah masyarakat yang rusak. Kemenko PMK berhasil mengajak dunia usaha untuk berkontribusi dalam penanggulangan bencana khususnya pembangunan rumah masyarakat terdampak bencana
Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) (09/01), Sonny Harry B Harmadi memimpin rapat kerja sama pembangunan rumah paska gempa NTB antara PT Riway International yang memberi bantuan pembangunan 300 unit rumah tahan gempa di NTB dengan Pemprov NTB dan 4 kontraktor lokal. Sonny mengingatkan syarat pembangunan rumah harus memenuhi beberapa syarat.
"Ada beberapa hal yang harus dipenuhi terkait pembangunan rumah ini, termasuk yang disumbangkan sektor swasta? yaitu harus tepat sasaran kepada penerima bantuan dan juga rumah yang dibangun tahan terhadap gempa dan bencana-bencana lainnya", jelas Sonny.
Sekedar diketahui, PT. Riway International adalah perusahaan bergerak di bidang Multi Level Marketing yang berkantor pusat di Singapore, dan berkembang di 8 Negara, salah satu nya Indonesia. Riway International mempunyai sebuah Yayasan yang setiap tahunnya memberikan bantuan kemanusiaan. Kemenko PMK dalam hal ini memfasilitasi pertemuan dan kerjasama antara pihak yang ingin menyalurkan bantuan dengan pemerintah daerah. Kerjasama ini tanpa melalui mekanisme keuangan negara karena pihak penyumbang langsung berkontrak dengan pihak ketiga yang mereka tentukan.
Dalam kesempatan tersebut, Sonny turut menyaksikan penandatanganan kerjasama yang ditandatangani oleh Ivy See Chein Ling, Chief Operating Officer (COO) PT Riway International dengan pihak pelaksana pembangunan rumah dan BPBD Propinsi NTB.
Pembangunan 300 rumah paska gempa NTB direncanakan selesai dalam 53 hari kerja dan mengundang Kemenko PMK untuk hadir dalam peresmian rumah pada awal Maret 2019. Selama pembangunan rumah akan dipantau oleh fasiltator Kementerian PUPR dan BPBD agar pembangunan rumah sesuai harapan.
Foto & Reporter : Faris Muhammad
Editor : Kedeputian
Kategori: