Jakarta, (09/03)- Perempuan adalah tonggak masa depan bangsa. Di tangan perempuanlah, pendidikan anak sebagai generasi penerus diletakkan. Perempuan merupakan pendidik pertama dan utama bagi keluarga. Sayangnya, masih banyak perempuan yang terdiskriminasi dalam berbagai bidang, tidak terpenuhi hak-haknya, bahkan serigkali menjadi korban kekerasan di ranah publik maupun domestik.
Hal ini diungkapkan Menko PMK, Puan Maharani, dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli bidang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, Ekonomi Kreatif dan Ketenagakerjaan, Sidqy Lego Pangesthi Suyitno, saat membuka “International Woman's Leadership Conference and Women Empowerment Award" yang di selenggarakan oleh International Women’s Leadership Conference (IWLC) di kantor Kemenko PMK, Jakarta, Kamis pagi. “Jumlah perempuan Indonesia saat ini sangatlah besar. Sekitar 49.7 persen dari 254,9 juta jiwa penduduk kita. Peran perempuan sangatlah penting dalam mempersiapkan generasi penerus,” ujar Menko PMK dalam sambutannya.
Kegiatan ini, menurut Menko PMK dinilai penting mengingat tujuan Pembangunan Nasional pada hakikatnya adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat Indonesia seluruhnya, yang berarti bahwa tidak ada seorangpun yang tertinggal baik perempuan, laki-laki, anak maupun penduduk rentan lainnya seperti lansia dan penyandang disabilitas.
Lebih lanjut, Menko PMK mengungkapkan bahwa upaya peningkatan kualitas perempuan yang diamanatkan dalam RPJMN 2015-2019 dilaksanakan melalui strategi pengarusutamaan gender. Segenap perencanaan pembangunan harus dengan mempertimbangkan aspek gender dan dengan menggunakan alat/pisau analisa yang tepat sehingga target yang disasar tepat. Saat ini capaian pembangunan gender cukup menggembirakan, meskipun dalam beberapa bidang perempuan masih tertinggal. Di mata dunia kemajuan kesetaraan gender di Indonesia patut diapresiasi. Kapabilitas perempuan Indonesia di bidang ekonomi, politik, dan pengambilan keputusan semakin meningkat. “ Di Kabinet Kerja telah ditunjuk delapan orang perempuan sebagai menteri, ada 35 kepala daerah perempuan di seluruh Indonesia, perempuan sebagai pejabat atau manajer dan tenaga profesional pun makin meningkat,” paparnya.,Meski demikian, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan masih perlu perhatian karena baru mencapai 50 persen. Hal ini mengindikasikan masih ada potensi SDM perempuan yang belum termanfaatkan. (ris)
Kategori:
