Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on March 28, 2019

Jakarta (28/3) --  Pemerintah bermaksud mensinergikan Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Program Indonesia Pintar (PIP). Terkait dengan itu, Kemenko PMK melakukan Rakor Sinergi Program Keluarga Harapan dan Program Indonesia Pintar untuk mengetahui progresnya.

Adalah Asisten Deputi (Asdep) Bidang Koordinasi Pendidikan Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Masyarakat Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri yang memimpin Rapat Koordinasi (Rakor)  Sinergi Program Keluarga Harapan dan Program Indonesia Pintar. Rapat ini berlangsung diruang rapat lt. 2, Kemenko PMK, Jakarta.  Tujuan diadakannya rakor ini adalah untuk mendapatkan informasi terkait Sinergitas Program Keluarga Harapan (PKH) dengan Program Indonesia Pintar (PIP) baik sasaran, serapan/realisasi,  berbagai permasalahannya, dan rencana tahun 2019.

Dalam pembukaannya, Femmy menjelaskan melalui program ini pemerintah berupaya agar anak usia 7-21 tahun mendapatkan pendidikan formal, mencegah peserta didik dari kemungkinan putus sekolah atau tidak melanjutkan pendidikan akibat kesulitan ekonomi. dan menarik siswa putus sekolah atau tidak melanjutkan agar kembali mendapatkan layanan pendidikan disekolah/madrasah/pesantren/pusat kegiatan belajar masyarakat (PKBM)/sanggar kegiatan belajar (SKB)/lembaga kursus dan pelatihan.

PIP merupakan program pemerintah yang dirancang untuk membantu anak-anak usia sekolah dari keluarga miskin/rentan miskin/prioritas tetap mendapatkan layanan pendidikan sampai tamat pendidikan menengah, baik melalui jalur pendidikan formal (mulai SD/MI hingga anak Lulus SMA/SMK/MA) maupun pendidikan non formal (Paket A hingga Paket C serta kursus terstandar).

Diakhir rakor Femmy mengingatkan agar adanya  koordinasi antara Kemensos dengan TNP2K dan Pemerintah Prov/Kab/Kota dalam penetapan sasaran KIP, jangan sampai nantinya tidak terealisasi sasarannya sehingga muncul permasalahan baru.

Foto & Repoter : Faris & Rieska C

Kategori: