Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humas on June 25, 2019

Jakarta (24/06) - Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK, Nyoman Shuida, memimpin rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan Pekan Kebudayaan Nasional (PKN) Tahun 2019. Rakor yang diselenggarakan di ruang rapat utama Lt.7 dihadiri juga oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid.

"Rapat pagi kali ini dalam rangka untuk meminta dukungan, partisipasi dan suporting dari Kementerian/Lembaga, terkait dengan rencana akan diselenggarakannya Pekan Kebudayaan Nasional tahun 2019", kata Shuida mengawali arahannya.

Shuida menambahkan, bahwa PKN 2019 adalah amanat dari Kongres Kebudayaan Indonesia pada Desember 2018 dan merupakan implementasi dari salah satu agenda strategis pemajuan kebudayaan dalam kongres kebudayaan Indonesia, yakni dengan Menyediakan Ruang bagi Keragaman Ekspresi Budaya dan Mendorong Interaksi untuk Memperkuat Kebudayaan yang Inklusif.

PKN 2019, ungkap Shuida, rencananya akan dilaksanakan pada bulan Oktober dan dilaksanakan dalam lima (5) kegiatan utama. Pertama, Kompetisi daerah. Kedua, Kompetesi pusat. Ketiga, konferensi pemajuan kebudayaan. Keempat, Eksebisi kebudayaan. Dan kelima, Pagelaran karya budaya bangsa.

Menurut Shuida, karena pada 2018 Kongres Kebudayaan Indonesia belum di konsolidasikan, maka di tahun-tahun mendatang pelaksanaan Kongres Kebudayaan Indonesia akan dipersamakan mekanismenya dengan pekan olahraga nasional.

"Jadi mulai tingakt Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota, Propinsi sampai dengan Nasional. Kami berharap pada saat PKN nanti 10 kegiatan atau even-even kebudayaan yang ada selama ini bisa dipersatukan dan kita bisa konsolidasikan menjadi pekan kebudayaan nasional", ujar Shuida.

Sementara, Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid menambahkan, bahwa rencana lebih detail dari kegiatan PKN 2019 akan diselenggarana pada tanggal 13 - 19 Oktober dan tempatnya di Istora dan juga lapangan parkir Senayan, Jakarta. Dengan mengankat Tagline "Indonesia Bahagia".

Menurut Hilmar, Tagline Indonesia Bahagia diambil dari lagu kabangsaan Indonesia Raya dengan lengkap 3 stanza. Dan itu adanya di stanza ke-2. "Karena kalau berbicara kebudayaan, maka muaranya adalah kebahagian, itulah tolak ukurnya", jelasnya.   

Lebih jauh, Hilmar menjelaskan mengenai dasar pemikiran penyelenggaraan PKN. Menurutnya, Selain sebagai amanat dari Kongres, hal ini juga dikarenakan adanya kebutuhan untuk menghidupkan ruang bersama yang dirasakan sangat kurang. "Kita mungkin mencermati ada banyak masalah dikehidupan bersama di tingkat paling bawah dan hal ini diperlukan ruang untuk mengatasi itu", ujarnya.

Menurut Hilmar, platform aksi bersama sebagai ruang interaksi seluruh unsur kebudayaan untuk melahirkan ruang-ruang keragaman berekspresi, dialog antar budaya serta inisiatif dan partisipasi inovastif yang dikelalo secara berjenjang sejak dari desa hingga pusat.

Hilmar menambahkan, bahwa sebenarnya kegiatan PKN dirancang dimulai dari daerah dari tingkat Kab/Kota dan provinsi. Kick off sudah dimulai beberapa bulan lalu disebuah kecamatan di Tulungagung, Jawa Timur.

Terkait apa yang akan ditampilkan dalam PKN, Hilmar menjelaskan bahwa yang menjadi materi dari PKN adalah 10 objek pemajuan kebudayaan (OPK) yaitu;  tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus.

Hadir dalam rapat perwakilan dari Kemendikbud, Kemensesneg,  Kemensitekdikti, Kemenpar, Kemepora, Kemenkominfo, Kemendagri, Bappenas, Kemensos, Kemenag,  serta K/L terakit lainnya.

Kategori: