Jakarta (14/5)--- Hadir dalam acara Lunchtalk Berita Satu, Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono menjelaskan isu yang berkembang mengenai impor guru dari luar negeri ke Indonesia.
"Pertama Pak Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) sudah mengirim lebih dari 1000 guru dan ditargetkan 1000 lagi, tetapi guru jumlah guru kita lebih dari 2 juta lebih. Jadi meningkat kapasitas guru ini sangat penting sekali kita mengirim ke luar dan mengundang guru yang expert ini untuk men-training of trainer (TOT) di sini. Kalau ada 2 juta guru, kita akan lebih efisien kalau kita mengundang ahli dari luar lakukan TOT disini,” ucap Agus.
Pemerintah juga memanfaatkan warga negara Indonesia yang ahli di bidang industri untuk mentraining guru-guru guna meningkatkan kapasitasnya. "Tidak hanya dari luar negeri bahkan Pak Menteri juga sudah menggunakan tenaga-tenaga ahli industri untuk men-training guru-guru kita. Jadi banyak cara dan upaya untuk meningkatkan meningkatkan kapasitas guru,” ujar Agus lagi.
Mendikbud, Muhadjir Effendy juga menegaskan bahwa Pemerintah tidak mengimpor guru ke Indonesia. "Saya tegaskan ya, Ibu Menko PMK sama sekali tidak menyebut impor. Waktu itu saya datang sendiri dan saya ikut menyaksikan beliau mewacanakan mengundang trainer ke Indonesia untuk memberikan pelatihan terhadap guru-guru dan instruktur baik yang ada di sekolah maupun yang di balai latihan kerja,”!ujar Mendikbud.
Pemerintah juga memastikan trainer-trainer ahli dari luar negeri ini tidak untuk selamanya. "Dan trainer-trainer dari luar ini tidak selamanya,” tambah Agus.
Foto & Reporter : TWS
Kategori:
