Jakarta, 3 Nopember - Asisten Deputi Urusan Kompensasi Sosial pada Kedeputian II Kemenko PMK, Safri Burhanuddin (belakang, ketiga dari kiri) foto bersama dengan Muslim Kasim, Wagub Sumbar, didampingi oleh Yudas Sabbagalet, Bupati Kab Kep Mentawai, dan Kabulog Divre Sumbar, Abdullah Jawas, beserta jajarannya usai peluncuran distribusi Raskin tahun 2014 di Kantor Bupati Kep Mentawai, Kota Tuapeijat, Sipora Utara, Mentawai, Sumbar, (31/10)--- (IN/Humas)
Mentawai---- Peluncuran pendistribusian Raskin tahun 2014 itu secara simbolis diberikan kepada masyarakat penerima manfaat yang berasal dari 15 kecamatan yang ada di Kab Kep Mentawai. Program Raskin ini kembali diluncurkan setelah sempat "terhenti" akibat terkendala ongkos distribusi.
"Ongkos distribusi untuk Raskin jujur saja kami akui, kami tidak punya. untuk kab Kep Mentawai ini saja ongkosnya Rp2,5 miliar. Jumlah yang sangat besar dan tidak mungkin kami bergantung sepenuhnya dari pusat," ungkap Yudas.
"Raskin bukan terhenti sebenarnya tetapi kami pilih jalan lain, semacam "potong kompas." Uang Rp2,5 miliar, daripada untuk ongkos distribusi raskin, lebih baik kami gunakan untuk mencetak ribuan hektare sawah, kami subsidi petani juga."
Kebijakan "potong kompas" bupati yang dimulai sejak tahun 2012, hingga kini telah mencetak sekitar 10 ribu hektare lahan sawah yang tersebar di berbagai wilayah Kab Kep Mentawai. Yudas juga mengaku masyarakat Mentawai hanya 25 persen saja yang mengkonsumsi nasi dan sebagian besar banyak mengkonsumsi keladi, talas, sagu, dan sumber karborhidrat lainnya. "Ke depan, kami ingin Mentawai menciptakan bukan lagi ketahanan pangan tetapi kedaulatan pangan," kata Yudas lagi. (IN/humas)
Kategori:
