Jakarta, 12 Desember - Puluhan rumah di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah rusak akibat diterjang material longsor. Bencana alam tersebut terjadi setelah hujan deras mengguyur dalam dua hari terakhir.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Banjarnegara, Catur Suandrio, seperti dilansir laman Tribun News, mengatakan perkembangan terkini terkait bencana longsor yang terjadi di Banjarnegara terjadi di jalan provinsi sebanyak empat titik lokasi.
Adapun di lokasi Desa Kalibening Kecamatan Kalibening hingga kini ada beberapa timbunan longsor yang menutupi dua jalan kabupaten belum bisa diatasi. Sebab, keterbatasan personel dan alat berat untuk melakukan pemindahan longsoran tanah ataupun evakuasi.
"Sampai hari ini, terdapat 63 titik rumah terkena longsor masuk dalam kategori rusak berat, sedang dan ringan," ujar Catur Suandrio, Jumat (12/12/2014).
Dia menambahkan, material longsor di Desa Tunggoro, Kecamatan Sigaluh, menutup ruas jalan nasional penghubung antara Banjarnegara dan Wonosobo. Jalan penghubung dua kabupaten itu benar-benar tidak dapat dilalui kendaraan.
Selain itu, kata dia, terdapat lima titik lahan pertanian kena banjir, tiga titik desa terkena banjir, dan 41 rumah terancam longsor susulan.
Terkait bencana tanah bergerak di Dusun Pencil, Desa Karangtengah, Kecamatan Wanayasa, hingga saat ini gerakan tanah masih terus berlangsung.
Untuk pengungsian Kamis (11/12/2014) malam terus bertambah di Dusun Pencil Desa Karangtengah Kecamatan Wanayasa mencapai 139 jiwa.
Sedangkan di Dusun Wadas Pandansari Kecamatan Wanayasa sebanyak 72 jiwa, Desa Dawuhan Kecamatan Wanayasa sbanyak 70 jiwa, Desun Ngasinan Desa Pejawaran 46 jiwa dan Desa Sijeruk Banjarmangu 13 KK, serta wilayah Kecamatan Susukan dan di Desa klampok hingga kini belum terdata.
Sementara korban meninggal dunia longsor yang terjadi Kamis (11/12/2014) pukul 14.00 WIB di Desa Sidengkok Kecamatan Pejawaran satu orang, Suheri (65). Sedangkan korban luka ringan berjumlah dua orang.
"Pagi ini kekuatan personel di Posko AJU BPBD di pandansari sejumlah 30 org terdiri dr Basarnas, TNI, MDMC, FKBAB, puskesmas, RAPI, SAR Kabupaten Banjarnegara, Bagana, PMI dan tagana," jelas dia.
Untuk fokus kegiatan hari ini, relawan akan disebarkan ke akses jalan-jalan yang masih tertimbun longsor, perbaikan jalan darurat, dan pelayanan pengobatan mobile dengan puskesmas dan relawan PKPU.
"Untuk menjadi perhatian bahwa foto-foto yang beredar di berbagai media sosial itu tidak benar!! Itu hoax/isu menyesatkan. Sebab posko selalu update tentang perkembangan kejadian di seluaruh wilayah Banjarnegara," ungkapnya.
Sementara itu, kebutuhan mendesak seperti alat berat, alat kerja, logistik, beras, makanan, selimut dan kebutuhan makan dan minuman hingga kini masih dibutuhkan untuk evakuasi dan pemenuhan kebutuhan bagi warga yang mengungsi.(Tn/Gs).
Kategori: