Error message

Deprecated function: The each() function is deprecated. This message will be suppressed on further calls in menu_set_active_trail() (line 2394 of /var/www/arsip.kemenkopmk.go.id/includes/menu.inc).
Oleh humaspmk on July 30, 2015

Jakarta 29 Julli 2015 - Sistem pemberian beasiswa  di dalam negeri maka akan dapat mendorong  Perguruan Tinggi (PT) menjadi World Class University, ungkap Prof. Agus Sartono yang didampingi oleh Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dan Pendidikan Tinggi (Dikti) dan Dirjen  Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti dalam sambutannya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi Pemanfaatan Dana Pendidikan pada Rabu (29/07/2015). Selain pemberian beasiswa perlu juga penguatan sarana dan penguatan sarana dan prasarana pendidikan tinggi di dalam negeri, program kemitraan pendidikan dengan perguruan tinggi asing dalam bentuk Magang atau Double Degree serta optimalisasi anggaran penelitian di sektor pendidikan untuk menunjang riset dan pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), imbuh Prof. Agus Sartono.

Prof. Agus Sartono menambahkan, didalam Nawa Cita ke enam disebutkan bahwa harus meningkatkan produktivitas rakyat dan Daya Saing di Pasar Internasional. Salah satunya adalah dengan membangun sejumlah science park dan techno park di daerah. Sementara dalam Nawa Cita kedelapan salah satunya disebutkan harus memprioritaskan pembiayaan penelitian yang menunjang IPTEK. Program Nawa Cita tersebut dibuat pada Agenda Riset Nasional yaitu pada pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk 20 tahun kedepan yang memerlukan implementasi adalah dibuatnya pusat unggulan teknologi, ujar Patdono (Dirjen Kelembagaan IPTEK Dikti). Agenda Riset Nasional memiliki Sembilan agenda riset  yang dilakukan, sebagai pilot project Bapak Wakil Presiden meminta tiga bidang, yaitu bidang energi di ITB, BPPT dan BATAN, bidang pertanian dan pangan di IPB, UGM, BATAN dan LIPI, dan yang terakhir adalah bidang Maritim di ITS, BBPT dan Kemenko Maritim imbuh Patdono. Pusat pembangunan teknologi memiliki bermacam-macam kegiatan yang didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), seperti: beasiswa bagi tenaga ahli, membangun pusat penelitian di bidang energi dan energi dan terbarukan dan perekrutan Professor yang bagus sesuai dengan bidangnya imbuh Patdono. Kegiatan pengembangan IPTEK tidak hanya dilakukan didalam satu perguruan tinggi tetapi pusat teknologi unggulan memiliki banyak anggota di perguruan tinggi dengan melihat track recod dari banyaknya melakukan penelitian. Anggota tersebut di rekrut masuk di pusat unggulan maritim dan diberi mandat untuk mendidik mahasiswa S2 dan S3, mahasiswa S2 dan S3 selain mendapatkan beasiswa juga mendapatkan grand riset tambah Patdono.

Inovasi dilahirkan dari penelitian maka penguatan penelitian dibutuhkan, imbuh Dimiati (Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan). Hal tersebut perlu dukungan dan keberadaan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu), support dari LPDP sudah dirasakan yaitu pada mobil listrik tambah Dimiati. Dukungan yang diberikan dari Kementerian Keuangan adalah pada penambahan anggaran sebesar Rp. 4 T untuk Kemristekdikti sesuai dengan surat dari Kementerian Keuangan Nomor S564 tanggal 27 Juli 2015, ujar Agus Budi Setyawan, Kasubdit pada Ditjen Anggaran, Kemenkeu. (Hum/Pramono/Kedep IV)

Kategori: