Jakarta (26/09)--- Deputi bidang Koordinasi Kerawanan Sosial dan Dampak Bencana Kemenko PMK, pagi ini mengadakan rakor tentang Percepatan Penanganan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana erupsi Gunung Sinabung di ruang rapat lt. 3 Kemenko PMK. Rapat dibuka oleh Asisten Deputi bidang Koordinasi Penanganan Pasca Bencana, Detty Rosita, yang mewakili Deputi I Kemenko PMK. Rapat selanjutnya dipimpin oleh Deputi bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB, Harmensyah. Rakor ini dihadiri oleh Bupati Karo, dan perwakilan dari DPRD Kab Karo, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, BPBD Karo, dan Dinas Kehutanan Karo.
Rakor kali ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana kesiapan Pemda Karo dalam pelaksanaan relokasi tahap II, pembangunan hunian tetap dengan relokasi mandiri dan menindaklanjuti daerah yang sudah dikucurkan hingga bulan Desember 2016, serta untuk memastikan progress persiapan relokasi tahap II karena menginat dana RR adalah 12 bulan (sampai dengan desember 2016). Sedangkan maksud dari rakor pagi ini adalah agar mendapatkan masukan, pertimbangan dan menghasilkan kesepakatan dari kementerian kehutanan dan LH serta BPN terkait dengan status lahan yang akan direlokasi.
Sementara itu, Penanganan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana erupsi Gunung Sinabung sampai akhir bulan Agustus 2016 diketahui bahwa Perlu ditetapkan batas akhir penentuan pilihan lokasi lahan tapak rumah, mengingat waktu yang sudah sangat terbatas dalam rangka mengejar target penyelesaian pembangunan rumah di akhir tahun. Kegiatan verifikasi lanjutan untuk lahan tapak rumah dan lahan usaha tani perlu dilakukan secara terpadu antara Tim Pendamping, Tim Rekompak Kementerian PU, dan Kelompok Kerja Teknis sehingga ketiga pihak ini diharapkan dapat menyusun jadwal bersama secara ketat, mengingat banyaknya sebaran pilihan lokasi lahan tapak rumah dan atau lahan usaha tani yang diajukan oleh warga.
“Perlu disiapkan anggaran tambahan untuk keberlanjutan Tim Pendamping, mengingat tugas dan tanggungjawabnya masih dibutuhkan sampai akhir kegiatan,” ujar Detty Rosita. Harmensyah juga menambahkan Progress pelaksanaan RR erupsi Sinabung sampai dengan minggu III Agustus 2016 dalam tahap identifikasi calon area huntap dan LUT dengan hasil identifikasi diperoleh lima calon lokasi Lahan Tapak Rumah (LTR) dengan luas sekitar 18.5 Ha dengan potensi daya tampung sekitar 1.350 KK, dan 10 calon lokasi Lahan Usaha Tani (LUT) dengan luas sekitar 342.7 Ha. (gun/ed.: IN)
Kategori: